Hotel Singapura Terapkan Teknologi Pengenal Wajah bagi Wisman

Ilustrasi Paspor

itoday - Setiap kali check-in hotel saat traveling ke luar negeri, Anda biasanya akan diminta paspor dan data lain untuk kepentingan administrasi. Sistem ini umumnya akan memakan waktu sedikit lebih lama karena harus menunggu verifikasi dari pihak imigrasi terlebih dulu.

Sadar hal tersebut bisa saja mengganggu kenyamanan, pihak pemerintah Singapura mencoba inovasi baru untuk memudahkan proses check-in hotel. Dilansir dari South China Morning Post, Jumat, 8 November 2019, hotel-hotel di Singapura sedang melakukan uji coba teknologi pengenal wajah.

Diharapkan, adanya teknologi ini bisa mempersingkat waktu pendaftaran di hotel dan meningkatkan produktivitas pihak imigrasi. Singapore Tourism Board (Dewan Pariwisata Singapura) mengatakan, sistem yang baru diluncurkan minggu ini memungkinkan pendatang menggunakan telepon genggam untuk melakukan verifikasi data.

Hal ini membuat para wisatawan mancanegara (wisman) tidak perlu melakukan pendaftaran secara manual. Dikatakan, sistem ini bisa memotong durasi check-in hingga 70 persen.

"Hingga kini, hotel masih harus menyuruh petugasnya untuk mengecek paspor dan mengonfirmasi wajah individu yang cocok dengan foto paspor, juga memastikan mereka ada di negara ini dengan legal. Beberapa hotel telah mengimplementasikan check-in sendiri, tapi belum untuk bagian verifikasi paspor," ujar Chee Hong Tat, Menteri Senior Perdagangan dan Industri Singapura.

Ia menjelaskan, sistem yang dinamai 'E-Vistor Authentication' ini membuat para pendatang dapat memindai paspor, kemudian foto wajah mereka. Lalu, data tersebut akan terkirim ke pihak imigrasi untuk pembuktian validitas wisman di Singapura. Sejauh ini, sudah ada tiga hotel yang menerapkannya.

Disambut Baik Pihak Hotel

Adanya teknologi baru ini disambut baik oleh pihak hotel terkait. Mereka mengatakan bahwa hal ini memberi kemudahan dan kenyamanan lebih pada para tamu.

Salah satu hotel yang sudah menerapkannya, yaitu Grand Park City Hall, menghitung teknologi ini mengurangi waktu satu menit dari yang seharusnya lima menit untuk proses check-in. "Tamu-tamu sekarang merasa lebih mudah (untuk check-in)," tutur John Kockan, general manager hotel tersebut.

Lalu, dua hotel lainnya, Fairmont Singapore dan Swissotel The Stamford, juga mengatakan hal serupa. Mereka merasa, adanya teknologi ini dapat memotong antrean dan membuat para tamu tak perlu menunggu lama.

"Di masa lalu, selalu ada antrean panjang di belakang konter check-in. Kini, teknologi telah memungkinkan para tamu menyelesaikan proses check-in sendiri hanya dalam waktu tiga menit. Proses check-out juga hanya memakan waktu 30 detik untuk setiap orangnya," terang Marcus Hanna, general manager kedua hotel tersebut pada The Straits Times.

 

Sumber berita : liputan 6

Sumber foto : eljohnnews.com

Komentar

Artikel Terkait