Air Terjun Coban Rondo, Saksi Bisu Kisah Tragis dan Kesedihan Seorang Janda

itoday - Sebuah tempat dapat menceritakan pengalaman seseorang. Terkadang, sebuah tempat juga menjadi saksi bisu kesedihan yang dialami seseorang.

Seperti sebuah Air Terjun Coban Rondo di Malang yang menyimpan legenda. Coban sendiri berarti “air terjun”, sedangkan rondo berarti “janda”.

Sebuah legenda yang dipercaya masyarakat berawal dari Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo yang jatuh cinta. Setelah sama-sama yakin, mereka pun menikah.

Namun hanya berselang beberapa hari sejak tanggal pernikahan, mereka berdua berencana pergi ke Gunung Anjasmoro untuk menemui kedua orangtua Raden Baron Kusumo. Kepergian ini sempat ditentang oleh orangtua Dewi Anjarwati.

Dalam kepercayaan mereka, jika pengantin bepergian sebelum usia pernikahan mencapai satu bulan, maka bisa mendapat kesialan di dalam perjalanan. Meski demikian, mereka tetap bersikeras dan nekat untuk pergi.

Begitu sampai di tengah perjalanan, pasangan itu bertemu dengan Joko Lelono. Tak disangka, Joko Lelono langsung terpikat akan kecantikan Dewi Anjarwati.

Joko Lelono pun menantang Raden Baron Kusumo untuk berkelahi. Siapa yang menang, dialah yang berhak membawa Dewi Anjarwati pulang.

Menghadapi orang asing yang beringas, Raden Baron Kusumo pun menyuruh istrinya untuk bersembunyi di balik air terjun. Dia berjanji akan menjemputnya jika perkelahian sudah selesai. Sekian lama Dewi Anjarwati menunggu perkelahian selesai sambil berharap sang suami segera menjemputnya.

Namun sayangnya, Raden Baron Kusumo dan Joko Lelono sama-sama tewas dalam perkelahian itu. Kejadian tragis ini membuat Dewi Anjarwati menjadi seorang janda saat itu juga.

Tangis dan kesedihan Dewi Anjarwati pun dipercaya membawa kutukan pada tempat ini. Konon, pasangan yang berpacaran di air terjun ini tidak akan awet. Bahkan, mereka tidak akan sampai ke pelaminan akibat kutukan dari Dewi Anjarwati. Namun, ini hanya mitos yang berkembang di masyarakat.



Coban Rondo sendiri memiliki ketinggian 84 meter dan terletak di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk mencapai tempat ini, Anda bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak sekira 28 kilometer dan dapat ditempuh selama 1 jam 20 menit.



Sumber: Okezone.com

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1479 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1431 kali

sahabat total episode 1