Baterai Mobil Listrik Masih Jadi Masalah Besar di Indonesia

itoday - Kendaraan ramah lingkungan, seperti mobil listrik, dipercaya bakal menjadi solusi masalah mobilitas di industri otomotif. Namun, mobil nol persen ini masih menjadi pembicaraan yang memang belum terselesaikan di Indonesia.

Saat ini pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memang tengah menyelesaikan rancangan regulasi kendaraan emisi rendah atau Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Kabarnya, regulasi tersebut bisa rampung tahun ini, dan Indonesia sudah mulai menjual berbagai mobil ramah lingkungan dengan harga jual yang lebih rendah.

Dijelaskan Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE)  Kemenperin Harjanto, untuk mengarah ke mobil listrik diperlukan waktu yang cukup, dan tidak akan terjadi cepat.

"Kalau pilihannya ke sini (mobil listrik) silakan, tapi kan butuh waktu, infrastruktur, lalu masalah daur ulang materai, dan sebagainya," jelas Harjanto di sela-sela acara Nissan Future di Marina Sand Bay, Singapura, Selasa (6/2/2017).

Lanjut Harjanto, selain itu, mobil listrik juga bisa menimbulkan pencemaran lingkungan lain. Pasalnya, untuk produksi mobil listrik juga menimbulkan emisi besar di pabrik perakitannya. 

"Kecuali mobil listrik itu sumber tenaganya bukan dari baterai, misalkan pakai matahari, nuklir, dan lainnya. Lalu, listrik itu dibangun power plant, jadi hanya memindahkan emisi dari dalam karena energinya besar," pungkasnya.

 

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 2726 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 2709 kali

sahabat total episode 1