Mobil Tahun Lama Jangan Pakai Oli Sintetis

itoday - Teknologi mesin kendaraan dari tahun ke tahun terus berkembang dan semakin canggih. Begitu pula dengan sistem perawatan dan komponen kendaraan mengikuti kebutuhan teknologi. Salah satunya adalah oli alias pelumas.

Pemilik bengkel mobil Mustika Jaya Motor Depok, Murdiyatno mengatakan, pelumas yang beredar di pasar kebanyakan memanfaatkan bahan sintetis. Namun, produsen pelumas masih membuat produk dengan bahan minyak mineral.

"Biasanya, pelumas berbahan mineral ditujukan untuk mobil-mobil lama karena ukuran kerapatan antara seher dan rumahnya tidak serapat mobil modern," ujarnya, saat berbincang dengan iNews.id, baru-baru ini.

Murdy menerangkan, sesuai anjuran buku manual mobil lama sedari awal sudah menggunakan pelumas mineral. "Kalau mobil lama pakai oli baru los. Karena lubangnya gede, jadi los ke bawah," kata Murdy.

Dia menjelaskan pelumas mineral punya fungsi tersendiri di mobil-mobil lama. Jika dipakaikan oli sintetik, oli mineral yang menempel di dinding mesin bisa luntur.

"Karena sudah pakai lama, biasanya mineralnya itu sudah menempel di dinding mesin, berbeda dengan sintetik yang bening dan non-sulfur. Sintetik sifatnya membersihkan mesin," katanya.

"Kalau mobil lama pakai oli sintetik, nanti oli mineral yang menempel di dinding mesin malah luntur. Hal ini berpengaruh ke mesin, dan mengakibatkan masalah," ujar Murdy.

 

(Sumber)

Komentar

Artikel Terkait