Mobil Listrik Meledak, Saham Tesla Anjlok 3,85%

itoday - Saham Tesla Inc anjlok pada perdagangan Senin waktu setempat. Saham Tesla ditutup turun USD10,1 atau 3,85% ke level USD262,75 pasca mobil listrik Tesla Model S meledak di China.

Sementara pada pembukaannya, saham Tesla juga turun 2,4% setelah perusahaan mobil listrik itu mengatakan telah mengirim tim untuk menyelidiki video di media sosial China, Weibo yang menunjukkan mobil Tesla Model S yang diparkir meledak.

Dalam video yang dikutip Okezone, Jakarta, Selasa (23/4/2019), pada rekaman CCTV pada 21 April 2019 berdurasi 23 detik terlihat mobil tesla berwarna putih Model S tengah diparkir di area parkir dalam ruangan yang bersebelahan dengan Audi dan Volvo. Tak lama kemudian asap putih mengepul bawah mobil, yang diduga dari tempat baterai dan akhirnya mobil tersebut meledak. Api lantas menyambar ke mobil lainnya. Demikian seperti dilansir Autoevolution.

Tesla tidak membenarkan atau membantah insiden itu, tetapi pihaknya mengirimkan tim untuk menyelidiki.

"Kami segera mengirim tim di tempat dan kami mendukung pihak berwenang setempat untuk menetapkan fakta. Dari apa yang kami ketahui sekarang, tidak ada yang dirugikan," kata perusahaan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada saat Tesla berusaha memantapkan dirinya sebagai salah satu pemimpin gerakan EV di Cina. Pada bulan Januari, Elon Musk ikut serta dalam upacara peletakan batu pertama untuk Shanghai Gigafactory 3, operasi besar pertama perusahaan di luar negeri untuk pembuatan mobil.

Karena tidak menemukan kesalahan serius pada kendaraannya, kecil kemungkinan kejadian tersebut akan berdampak besar pada bisnis perusahaan di pasar mobil terbesar di dunia.

 

(Sumber)

Komentar

Artikel Terkait