Baru Mengaspal di Brunei, Mitsubishi Xpander Bikinan Indonesia Ludes Terjual

itoday - PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) terus menggebrak pasar global dengan melakukan pengiriman Xpander bikinan Indonesia ke banyak negara. Salah satu negara yang baru saja menerima Xpander buatan Indonesia yakni negara Brunei Darussalam.

Mitsubishi Indonesia sendiri secara perdana telah mengirimkan sebanyak 60 unit Xpander kepada GHK Motors, dan seluruh unit tersebut menurut keterangan resminya telah habis di pesan konsumen di Brunei. Tingginya minat konsumen terhadap produk buatan Indonesia tersebut, membuat Mitsbushi segera melakukan pengiriman kedua dan unit ekspor Xpander akan diterima GHK Motors pada Juni 2019.

Pengiriman perdana Mitsubishi Xpander secara khusus juga diterima oleh Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi KBRI Bandar Seri Begawan, Andy M. Mauna yang juga ikut hadir dalam acara peluncuran All New Mitsubishi Xpander di Show Room GHK Motors, Sdn, Bhd, Gadong, Brunei pada tanggal 17 Mei 2019. Peluncuran dilaksanakan oleh Pehin Kapitan Lela Diraja Dato Paduka Goh King Chin (Managing Director of GHK Motors Sdn Bhd) dan juga Jake Goh, Direktur perusahaan.

"Kami merasa senang dengan keberhasilan membawa masuk mobil Xpander dari Indonesia dan mobil ini merupakan model yang sangat sukses diterima konsumen kawasan ASEAN, terutama di Indonesia, Filipina dan Thailand. Upaya untuk memasukkan produk tersebut telah dilakukan sejak 1 tahun yang lalu," kata Jake Goh,

Menurut Duta Besar RI Bandar Seri Begawan, Dr. Sujatmiko, M.A, masuknya Mitsubishi XPander ke pasar Brunei Darussalam telah menambah maraknya item produk otomotif buatan Indonesia yang diekspor ke Brunei Darussalam (sebelumnya Toyota Fortuner, Kijang Innova, Avanza, Toyota Agya, Vios, Toyota Rush, Suzuki Ertiga, Daihatsu GranMax, Suzuki APV).

“Dengan pengiriman perdana Mitsubishi XPander yang mencapai nilai sekitar BND 1,6 juta, diharapkan dapat mendongkrak nilai ekspor kendaraan Indonesia ke Brunei secara umum. Selain itu, masuknya jenis kendaraan baru dimaksud akan membuka peluang potensi ekspor suku cadang otomotif terkait dari Indonesia ke Brunei Darussalam” ungkapnya.

 

(Sumber)

Komentar

Artikel Terkait