Mobil Berbahan Bakar Gas Kembali Digalakkan Pemerintah

itoday - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana kembali menggunakan bahan bakar gas untuk kendaraan di Indonesia. Rencana tersebut diungkapkan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di gelaran 11th Natural Gas Vehicles (NGV) and Infrastructure Indonesia Forum and Exhibition di Jakarta. 

Bahkan untuk mempercepat penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan tersebut, pemerintah telah melakukan kampanye yakni dengan melakukan konvoi 25 kendaraan berbahan bakar gas keliling beberapa wilayah di Jakarta. Kegiatan ini melibatkan Pertamina, PGN, Premprov DKI, hingga perusahaan jasa angkutan taksi dan bajaj. 

Program yang saat ini tengah digodok kesiapannya juga meminta produsen mobil dalam negeri turut mendukung kampanye konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG). 

”Kami mengharapkan dukungannya agar bisa memproduksi kendaraan berbahan bakar minyak dan gas. Konversi ini akan melibatkan banyak hal,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di acara Road Show Bahan Bakar Gas untuk Indonesia, di Jakarta, kemarin. 

Di tempat yang sama, Menteri ESDM Ignasius Jonan sendiri berencana mengebut peraturan penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan. Sebab, menurutnya, selama ini konversi dari BBM ke gas berjalan sangat lambat. 

Jonan mengatakan, sebenarnya inisiatif yang paling efektif adalah membuat stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), tapi terkendala dengan lahan. Kalaupun sudah ada SPBG, kurang efektif, karena gas di wilayah dibangunnya tidak ada. 

"Memang kadang pemerintah buat rancangan yang menjadi pioner tapi tidak dirancang dengan baik. Jadi karena ini kewenangan ada di saya kalau ngomong nanti 1–2 minggu saya siapkan aturan. Saya mulai geregetan ini kok ESDM jalannya selow," tegasnya dalam acara 11th Natural Gas Vehicles (NGV) and Infrastructure Indonesia Forum and Exhibition di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. 

Aturan yang akan dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Menteri ESDM nanti, kata Jonan, berisi bahwa setiap SPBU diwajibkan ada satu dispenser gas. 

"Jadi gampang SPBU di Indonesia ada 5 ribu, nanti ditentukan per wilayah dalam 6 bulan dispenser gas yang dibuat berapa, 10 bulan berapa. Tolong Pak Wirat (Dirjen Migas) buatkan draf aturan, kapan dan di mana," tuturnya.

Sumber: Okezone

Tags #Mobil BBG

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 77 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 71 kali

sahabat total episode 1

Telah dilihat : 169 kali

Nokia hadir di MWC 2017