Polisi Yogyakarta Beri Janur Kunir kepada Pengendara Motor yang Tak Patuh saat Mudik

itoday -  Pengendara motor yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku akan diberi tanda berupa janur kuning oleh polisi. Pemberian tanda janur kuning ini akan digelar selama arus Lebaran 2017. 

Rencananya, pemberian janur kuning itu akan dimulai pada 21 Juni hingga arus balik Lebaran berakhir. Mereka tidak diberi surat tilang meski tidak sesuai ketentuan, seperti berkendara lebih dari dua orang. 

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Latief Usman menilai janur kuning merupakan simpol keselamatan. Dia berharap agar pengendara yang tidak sesuai ketentuan itu selamat sampai tujuan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dalam berkendara. 

"Harapannya pengendara itu berhati-hati, begitu juga pengendara lain yang melihat pengendara motor dengan janur kuning juga berhati-hati saat berkendara," katanya usai buka bersama dengan wartawan, Rabu (31/5/2017). 

Latief mengatakan, akan ada dua tempat yang disiapkan untuk pemberian tanda tersebut. Pertama di wilayah Temon, Kulon Progo. Tepatnya di Jalan Purworejo - Yogyakarta. Kedua, di wilayah Tempel, tepatnya di Jalan Magelang - Yogyakarta. 

"Dua jalur itu merupakan pintu masuk kendaraan dari luar. Saat mereka melanggar ketentuan, kita hentikan, kita beri tanda janur kuning dan berpesan agar berhati-hati saat berkendara," jelasnya. 

Dua jalur tersebut menurutnya, merupakan jalur utama yang dinilai rawan terjadi kecelakaan. Sebab jalur itu memiliki tipikal badan jalan yang lebar dan membuat pengendara cenderung memacu kendaraannya dengan kencang. 

"Ketika masuk ke Yogya dengan jalur yang lebar, biasanya pengendara ngebut. Nah, kita berusaha antisipasi agar mereka lebih berhati-hati dan tidak terlalu kencang saat berkendara," ungkapnya. 

Alasan memberi tanda janur kuning lebih pada aspek edukasi bagi pengendara agar mengutamakan keselamatan. Polisi mencatat ada sembilan pengendara meninggal dunia tahun lalu saat melintas wilayah Yogyakarta. 

"Tujuan mudik itu kan supaya bertemu sanak keluarga. Jangan sampai Lebaran justru berakhir duka karena kelalaian saat berkendara, kita berharap tidak terjadi kecelakan," katanya. 

Pemberian janur ini hanya untuk pengendara motor yang tidak sesuai ketentuan. Sementara pengemudi mobil dan pengendara motor yang patuh tidak diberi tanda janur kuning. 

Pihaknya juga akan bergandengan dengan instansi lain seperti Dinas Perhubungan Pemda DIY dan lembaga lain untuk melakukan pengamanan arus mudik maupun balik, khususnya di ranah hukum Polda DIY. Pos-pos pemantau juga akan didirikan saat menjelang Lebaran.

Sumber: Okezone

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 709 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 703 kali

sahabat total episode 1

Telah dilihat : 882 kali

Nokia hadir di MWC 2017