Yamaha Tertarik Jual Motor Secara Online

itoday - Yamaha Indonesia sudah menggunakan metode pemesanan sepeda motor secara online sejak beberapa tahun lalu. Umumnya unit yang dijual online merupakan produk yang banyak peminatnya, seperti motor sport dan skuter matik (skutik) tertentu. Model pemesanan online pun berlanjut ke model sepeda motor premium seperti XMax. 

Berdasarkan evaluasi Yamaha, metode pemesanan secara online untuk model sepeda motor yang dimimati banyak konsumen memiliki kelebihan dibandingkan offline. 

GM Aftersales Division Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) M Abidin mengatakan, dampak positif dari pemesanan online bisa dirasakan untuk penjualan skuter maxi XMax. 

"Nanti kami pantau (order online), ternyata metode ini cukup bagus terutama untuk memastikan bahwa konsumen teregistrasi dan sungguh-sungguh ingin membeli. Jadi sudah diregistrasi oleh kami, DP kami pegang, unitnya sudah dislot per diler. Jadi pengirimannya juga sangat fair per daerah berdasarkan urutan pemesanan konsumennya," jelas Abidin, beberapa waktu lalu. 

Dari order online pula pihaknya bisa mengetahui metode pembelian yang diajukan konsumen, apakah tunai atau kredit, tidak serta mengikuti anjuran diler. Menurut Abidin, metode pemesanan online sangat efektif untuk sepeda motor premium karena harga dan karakter konsumennya yang berbeda. 

Dengan cara ini, mereka merasa diperlakukan secara adil dalam mendapatkan unit. Selain itu, konsumen juga bisa memantau langsung perkembangannya, sampai mana proses pemesanan tersebut. 

"Order online ini pengawasannya di bawah kami. Untuk produk yang premium ternyata cukup efektif. Dia juga bisa men-track, 'Order saya sudah sampai mana'. Targetnya sebanyak-banyaknya. Kalau ternyata respons-nya banyak, kami harus memikirkan bagaimana kapasitas produksinya bisa diperbesar," imbuhnya. 

Ia menjamin metode ini tidak akan mematikan peran diler. Konsumen bisa menanyakan langsung mengenai spesifikasi produk ke petugas diler. Diler pun juga disarankan oleh Yamaha Indonesia menggunakan metode pemesanan online jika ada konsumen yang tertarik. 

"Nanti diler akan diajarkan bagaimana menggunakan metode ini. Kami juga tahu bahwa konsumen sekarang sudah berubah. Kalau order di diler (offline) kan kami enggak tahu, karena DP-nya ada di diler, SPK juga ada di diler. Diler sudah order belum ke kami, diler sudah payment belum ke kami, ini tracking-nya susah. Nah dengan order online, sebenarnya mempermudah tracking bagi Yamaha Indonesia dalam mengetahui permintaan riil dari motor-motor premium itu berapa. Kalau motor mass production kayak Mio, kami bisa analisis dari data. Tapi kalau motor premium kan kami analisis berdasarkan demand yang real," terang Abidin. 

Bukan tidak mungkin metode ini akan dilanjutkan untuk motor-motor mass production atau berkapasitas mesin 150 cc ke bawah, baik skutik maupun moped (bebek). Yamaha masih akan melihat perkembangannya ke depan. Hal yang jelas, perkembangan teknologi dan semakin maraknya penggunaan smartphone semakin memudahkan orang untuk melakukan pemesanan barang, termasuk sepeda motor. 

Masih kata Abidin, berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika, saat ini pengguna smartphone di Indonesia mencapai 130 juta orang. Dari jumlah itu, usia 30 tahunan mencapai hampir setengahnya dan sudah menguasai teknologinya. Sedangkan sisanya masih gagap teknologi (gaptek). Mereka umumnya lahir sebelum tahun 1995. 

"Ke depannya, metodelogi konsumen adalah meng-order motor secara online akan berkembang. Mungkin Yamaha memulai metodelogi baru dari inden online ke order online motor premiumnya, XMax. Kita tunggu perkembangannya lima tahun dari sekarang. Saya yakin kondisinya akan berubah. Mereka yang lahir tahun 1995 jadi dominan di populasi. Di situ metodelogi akan berubah," pungkasnya.

Sumber: Okezone

Tags #Yamaha

Komentar

Artikel Terkait

Jumat, , 21 Juli 2017 - 13:45 WIB

Yamaha MT-09 TRACER Resmi Dirakit di Malaysia

Kamis, , 20 Juli 2017 - 00:35 WIB

Yamaha Resmi Luncurkan Edisi Terbatas MX King 150

Kamis, , 13 Juli 2017 - 17:28 WIB

Ada Motor Tiruan Yamaha MT-03 dari China

Telah dilihat : 897 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 883 kali

sahabat total episode 1