Pekerja: Upaya 100% Gerbang Tol Non Tunai Memicu PHK Massal

itoday - Upaya pemerintah melakukan 100% elektrifikasi pada pembayaran tol (non tunai) ternyata menuai masalah di sisi lain. Harapannya mempermudah pengguna kendaraan, malah justru membuat resah para pekerja penjaga gerbang tol.

Melalui Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), mereka melakukan aksi penolakan terhadap kampanye Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan pemerintah, di kantor LBH Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/9).

Penolakan tersebut didasari bahwa bagi pihak ASPEK Indonesia dan KSPI, langkah Gerakan Non Tunai oleh pemerintah akan berdampak pada terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) nantinya.

“Akan ada 20 ribu pekerja penjaga gerbang tol yang akan menjadi korban dari Gerakan Non Tunai ini nantinya,” tegas Mirah Sumirat Presiden ASPEK Indonesia.

Mirah menambahkan ini sangatlah ironis, di saat masih ada sekitar 7,7 juta orang yang menganggur di Indonesia maka akan ditambah lagi 20 ribu dari pekerja tol.

Pada Oktober nanti, pemerintah akan memberlakukan proses 100% elektrifikasi di seluruh gardu tol dan hanya menerima pembayaran non tunai atau elektronik.

Artinya, ribuan gardu tol yang selama ini dioperasikan oleh manusia akan berganti ke mesin. Sehingga puluhan ribu pekerja diperkirakan ter-PHK dan akan kehilangan pekerjaannya.

Rencananya ASPEK Indonesia dan KSPI akan melakukan gerakan nasional secara besar-besaran untuk menolak gerakan non tunai di tol di seluruh Indonesia dan melibatkan seluruh pekerja tol. 

 

Sumber: Dapurpacu

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1735 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1695 kali

sahabat total episode 1