Demi Pembatasan Anggaran F1, McLaren Rela Tak Dapat Bonus

itoday - Direktur Eksekutif McLaren, Zak Brown menyatakan timnya sangat terbuka terkait pembayaran khusus yang diterima sebagai bagian dari perubahan distribusi pendapatan Formula 1. Bahkan tim yang bermarkas di Woking, Inggris ini rela melepaskan bonus tersebut jika aturan pembatasan anggaran benar-benar diberlakukan.

Untuk diketahui, Ferrari, Mercedes, Red Bull, dan McLaren telah menyetujui pembayaran khusus sebagai konstruktor terbaik dalam balapan dari pemegang hak komersial F1. Mercedes dan Red Bull mendapatkan bonus paling banyak mencapi 39 juta poundsterling atau setara Rp678,6 miliar, disusul Ferrari 35 juta poundsterling (Rp609 miliar), dan McLaren 30 juta poundsterling (Rp522 miliar).

Brown mengatakan, McLaren mendukung gagasan pembatasan anggaran sampai ke tingkat balapan di lapangan, termasuk jika harus melepaskan bonus yang diterima. "Berbicara untuk McLaren, kami adalah pendukung pembatasan anggaran. Kami pikir itu penting. Sebagian besar olahraga lain memilikinya," kata Brown seperti dikutip Eurosport.co.uk, Selasa (26/9/2017).

Menurut Brown, dia sangat menyadari bahwa McLaren adalah salah satu dari empat tim yang mendapat pembayaran khusus. Namun pembatasan anggaran akan membuat olahraga balap ini lebih sehat dan pada akhirnya akan menguntungkan semua tim.

"Kami adalah tim balap yang hebat. Ada banyak tim balap yang hebat dan memiliki kesempatan yang sama seperti tim lain," ujarnya.

Anggaran biaya masing-masing untuk mengikuti balapan F1 selama ini tidak dibatasi. Pada 2016, Ferrari memiliki anggaran sekitar 330 juta poundsterling (Rp5,7 triliun), Mercedes 265 juta poundsterling (Rp4,6 triliun), sementara Sauber hanya 95 juta poundsterling (Rp1,6 triliun). Ketimpangan anggaran ini jelas membuat tim-tim kecil sulit bersaing dengan tim-tim kaya.  

Brown menilai tim yang memiliki anggaran besar, seperti Ferrari dan Mercedes akan berusaha untuk mengandaskan usulan pembatasan anggaran dalam balapan F1 karena hal itu membuat mereka lebih kompetitif. Namun dia yakin tim selain Ferrari dan Mercedes akan mendukung aturan pembatasan anggaran. 

 "Kita perlu masuk ke skenario dimana kita bermain dengan kelelawar berukuran sama (mobil balap dengan spesifikasi yang tidak jauh berbeda). Jadi menurut saya, tidak seperti yang pernah dilakukan dalam olahraga ini, saya kira akan ada beberapa pengelolaan anggaran yang diberlakukan, entah itu pembatasan anggaran di satu titik tertentu," ujarnya.

Komentar

Artikel Terkait

Rabu, , 27 September 2017 - 15:24 WIB

Demi Pembatasan Anggaran F1, McLaren Rela Tak Dapat Bonus

Senin, , 18 September 2017 - 00:37 WIB

Renault Gabung McLaren, Alonso Siap Umumkan Masa Depannya

Rabu, , 06 September 2017 - 00:28 WIB

Honda Bisa Ditendang dari F1

Telah dilihat : 1484 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1434 kali

sahabat total episode 1