Tol Non Tunai, ASPEK : Bank Jualan E-Money, Negara Jadi Sales

itoday - Kebijakan pemerintah memberlakukan Gardu Tol Otomatis (GTO) 100 persen di seluruh ruas jalan tol di Indonesia, dianggap oleh Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) hanya untuk menguntungkan pihak bank penerbit uang elektronik.

Melalui Sabda Pranawa Djati, SH, selaku Sekretaris Jenderal ASPEK Indonesia, mengatakan bahwa Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan oleh Bank Indonesia (BI) dan GTO 100% yang dilakukan oleh PT Jasa Marga atas dukungan Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat, sesungguhnya hanya menguntungkan pihak bank penerbit uang elektronik.

“Sudah sejak lama ketika dibuka GTO di beberapa gerbang tol, konsumen pengguna jalan tidak antusias untuk membeli e-toll/e-money, dibuktikan dengan sepinya GTO di semua gerbang. E-money itu jualannya bank, kenapa justru negara yang berperan menjadi sales-nya,” tanya Sabda.

Sehingga, Sabda menduga pihak perbankan-melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) kemudian melobi pemerintah (Bank Indonesia) untuk bisa turut “menjual” e-money dengan mewajibkan transaksi non tunai di beberapa fasilitas publik, seperti Transjakarta dan jalan tol.

Tidak menjadi masalah jika bank berjualan kartu uang elektronik secara retail tanpa melibatkan peran pemerintah. Namun menjadi persoalan yang serius dan merugikan konsumen ketika justru Bank Indonesia (red: Negara) yang kemudian “keblinger” dengan berperan sebagai “sales” dan menggunakan instrumen negara (Kementerian dan BUMN) untuk memaksa konsumen membeli e-toll/e-money.

Sedangkan Commissioner BPKN (Badan Perlindungan Konsumen Nasional), Arief Safari, MBA, menyatakan bahwa pihaknya telah membuat rekomendasi kepada Bank Indonesia tertanggal 22 September 2017, salah satunya berbunyi: “Pada setiap transaksi di wilayah NKRI, konsumen terjamin tetap memiliki akses pembayaran tunai, sesuai Undang Undang No.7 tahun 2011 tentang Mata Uang yang masih berlaku.”

“BPKN sangat berterima kasih dengan berbagai masukan dan informasi yang disampaikan oleh ASPEK Indonesia dan KSPI, serta berjanji akan menyampaikan kepada Bank Indonesia,” tegasnya. 

 

Sumber: Dapurpacu

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1484 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1434 kali

sahabat total episode 1