Ini Dia Puisi Fadli Zon untuk Para “Cebongers”

itoday - Kehadiran dua sosok kontroversial sebagai narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) (05/12) membuat geram banyak pihak. Bahkan, narasumber lain yang ikut dihadirkan melontarkan kekecewaannya. 

Dua sosok kontroversial itu adalah aktivis dan pembela Syiah Deny Siregar dan aktivis Banser NU, Permadi Arya Alias Abu Janda.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mempunyai cara unik untuk melepaskan kegeramannya terkait narasumber ILC. 

“Spontan seusai acara ILC semalam, saya menulis puisi dengan judul "MENONTON KEDUNGUAN": berapa lama lagi kau pertontonkan kedunguan/dengan kepercayaan diri sempurna/sambil kau rebahkan otakmu di comberan/mulutmu mengeluarkan suara/penuh kekosongan begitu hampa,” tulis Fadli Zon di akun Twitter @fadlizon.

Berikut puisi Fadli Zon yang dipersembahkan untuk para pendukung buta Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), “Cebongers”.

@fadlizon menulis: “Puisi saya untuk para cebongers.”

“2) argumentasi sedangkal mata kaki / angka-angka menipulasi /berita bohong plus fitnah keji

kau jadikan senjata / mengotori dunia maya. 3) berapa lama lagi kau pertontonkan kedunguan /

di layar kaca atau di tengah kerumunan / pameran kebodohan paripurna / kalimat-kalimat miskin tak berisi / berbaris caci maki / pesan tak mutu banyak prasangka / retorika nggak nyambung tuna logika.

4) aku rindu perdebatan bermakna / polemik hebat di masa lalu / ketika orang masih membaca /  mencari jalan kebenaran /meniti peradaban,” demikian lanjutan puisi @fadlizon.

Abu Janda sempat menjadi bulan-bulanan narasumber lain dalam talkshow bertajuk “212: Perlukah Reuni?”.

Abu Janda mempersoalkan hadits karena baru ada 200 tahun setelah Rasulullah wafat. “Hadits itu kan baru ada 200 tahun setelah Nabi wafat,” kata Abu Janda.

Pernyataan Abu Janda itu mendapat reaksi keras dari pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD. “Ketika Saudara Felix membaca beberapa hadits, lalu dia (Abu Janda, red) membantah mengatakan bahwa ‘hadits itu kan ada 200 tahun sesudah Nabi wafat’. Wah ini sangat bertentangan. Pandangan ini sangat bertentangan dengan tradisi NU,” tegas Mahfud MD.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1885 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1861 kali

sahabat total episode 1