Abu Janda Perberat Islam Moderat Dakwah “Islam Nusantara”, Diplomat Senior: Kesannya jadi Abal-Abal

itoday - Mantan Duta Besar RI untuk Polandia, Hazairin Pohan atau Haz Pohan turut mengecam penampilan konyol Permadi Arya alias Ustadz Abu Janda, di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) (05/12).

“Argumentasi jalanan tidak boleh digunakan dalam diskusi dan tukar fikiran serius. Kalau di kampus orang seperti ini diusir..,” tegas Haz Pohan di akun Twitter @hazpohan.

Terkait penampilan Abu Janda, wartawan senior ini berharap Nadhlatul Ulama (NU) dan Banser melalukan pengkaderan yang serius.

“Itu konsekwensi kalau lebih banyak politicking daripada dakwah. Dengan dakwah kita tawaddu dan mendorong untuk belajar tanpa henti,” tulis @hazpohan meretwet pernyataan akun @rendranila.

@rendranila sebelumnya menulis: “Iya...sebaiknya NU dan Banser bisa lebih bijak, kalo memang mau mengkader mbok ya ada fit and proper test dulu.”

Penampilan Abu Janda di ILC dinilai memperberat dahwah Islam Nusantara yang digalang Islam Moderat. “Kesannya jadi abal-abal,” tulis @hazpohan menanggapi cuitan @rendranila yang sebelumnya menulis: “Gara-gara penampilan Permadi Arya alias Ustadz Abu-Abu, kubu Islam Moderat semakin berat jualan dan propaganda Toleransi dan dakwah Islam Nusantara.”

Abu Janda sempat menjadi bulan-bulanan narasumber lain dalam talkshow bertajuk “212: Perlukah Reuni?”.

Abu Janda mempersoalkan hadits karena baru ada 200 tahun setelah Rasulullah wafat. “Hadits itu kan baru ada 200 tahun setelah Nabi wafat,” kata Abu Janda.

Pernyataan Abu Janda itu mendapat reaksi keras dari pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD. “Ketika Saudara Felix membaca beberapa hadits, lalu dia (Abu Janda, red) membantah mengatakan bahwa ‘hadits itu kan ada 200 tahun sesudah Nabi wafat’. Wah ini sangat bertentangan. Pandangan ini sangat bertentangan dengan tradisi NU,” tegas Mahfud MD.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 1885 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 1861 kali

sahabat total episode 1