AS Nyatakan Tidak Akan Lagi Bermurah Hati di PBB

itoday - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley kembali menyatakan pihaknya tidak akan lagi bermurah hati di PBB. AS kemarin baru saja mengumumkan pemotongan dana bantuan untuk PBB.

Haley menuturkan bahwa AS kecewa dengan keputusan yang diambil PBB mengenai Yerusalem, dan menegaskan AS tidak akan lagi membiarkan kemurahan hati mereka dimanfaatkan oleh pihak lain.

"Washington mengurangi fungsi manajemen dan dukungan PBB yang membengkak, meningkatkan dukungan untuk prioritas utama AS di seluruh dunia, dan menanamkan lebih banyak disiplin dan akuntabilitas di seluruh sistem PBB," kata Haley, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (26/12).

"inefisiensi dan pengeluaran berlebihan PBB sudah terkenal. Washington tidak akan lagi membiarkan kemurahan hati rakyat Amerika dimanfaatkan atau tetap tidak terkendali. Pengurangan historis ini, adalah langkah awal dari banyak langkah lain menuju PBB yang lebih efisien dan akuntabel, yang merupakan langkah besar menuju arah yang benar," sambungnya.

Seperti diketahui, Haley kemarin mengumumkan keputusan pemerintah Presiden Donald Trump yang memotong dana bantuan untuk badan dunia itu sebesar USD285 juta atau sekitar Rp3,8 triliun.

Keputusan Washington soal pemangkasan bantuan dana PBB periode anggaran 2018-2019 ini sebagai konsekuensi kekalahan AS dan Israel dalam voting soal resolusi terkait status Yerusalem di Majelis Umum PBB.

128 negara anggota PBB telah memilih mendukung resolusi pembatalan pengakuan sepihak Presiden Trump atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sebanyak sembilan negara termasuk AS dan Israel memilih menolak resolusi. Sedangkan 35 negara lainnya memilih abstain. Dengan perbadingan suara 128-9, pihak AS dan Israel kalah telak.

Komentar

Artikel Terkait