Tak Cukup Minta Maaf Soal “Hoax Membangun”, Kepala BSSN Didesak Mundur!

itoday - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi telah meminta maaf soal pernyataan kontroversial “hoax membangun”. 

Namun demikian, banyak pihak berpendapat, atas pernyataan usai dilantik Presiden Joko Widodo itu, Djoko Setiadi tidak cukup hanya meminta maaf. Djoko diminta mengundurkan diri dari kursi Kepala BSSN.

Pakar komunikasi politik Eliya, turut mendesak Djoko Setiadi mengundurkan diri. Eliya beralasan, pernyataan Djoko soal “hoax membangun” telah menjadi beban BSSN.

“Walaupun sudah cabut pernyataan, sebaiknya mundur saja, karena akan membebani lembaganya. Kehilangan kepercayaan publik,” tegas Eliya di akun Twitter @eliya_mkom.

Diberitakan sebelumnya, Kepala BSSN Djoko Setiadi meminta maaf karena pernyataannya sudah menimbulkan kebingungan di masyarakat. Pernyataan yang dimaksud, dilontarkan Djoko seusai dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BSSN di Istana Negara (03/01).

Seperti dirilis kompas (03/01), pada awalnya Djoko masih tetap pada pernyataannya bahwa hoax yang membangun memang ada. Djoko menyebut, hoax yang membangun adalah yang memberikan masukan, ide, saran konstruktif kepada pemerintah.

Namun, belakangan Djoko meminta maaf. Djoko mengaku melontarkan pernyataan soal hoax yang membangun hanya untuk mengetes reaksi publik.

"Itu hanya sebuah gaya, saya ingin mengetahui kepekaan kawan-kawan terhadap kalimat ini. Ternyata pekanya luar biasa, saya bangga. Tapi tanggapannya terlalu serius," kata Djoko.

Djoko merasa pancingannya berhasil karena pernyataannya mendapat tanggapan luas dari masyarakat.

"Hikmahnya, ini sebuah sosialisasi kepada publik bahwa hari ini ada pelantikan Kepala Badan Siber. Kalau memang sudah sedemikian jauh, saya sebagai manusia harus minta maaf," ucap Djoko.

Komentar

Artikel Terkait