Pengamat: Adu Kader NU di Pilkada Jatim dan Jateng Untungkan Penguasa

itoday - Besar kemungkinan, “adu” kader Nahdlatul Ulama (NU) di Pilkada Jawa Timur dan Jawa Tengah, tidak lepas dari upaya adu domba antar kader NU yang ujungnya akan menguntungkan penguasa.

Kesimpulan itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi (11/01) menyikapi pertarungan kader NU di Pilkada Jatim dan Jateng.

"Pertarungan antar kader NU di Pilkada Jatim dan Jateng merupakan bagian dari adu domba sesama kader Nahdliyin," kata Muslim Arbi.

Muslim Arbi mengingatkan, sebelum diadu di Pilkada 2018, kader NU juga dibenturkan dengan ormas Islam lainnya. "Seharusnya kader NU maupun umat Islam lainnya menyadari adanya skenario terhadap NU. Dari luar NU dirangkul, namun ada kepentingan lebih dari itu," ungkap Muslim. 

Menurut Muslim, pertarungan antar sesama kader NU sangat “mengerikan” karena kader NU akan berhadapan dengan saudaranya sendiri. 

"Pada Pemilu 1999 di Jawa Tengah terjadi bentrok PPP-PKB. Bahkan di Jepara itu ada ‘Sadigo’ atau salah Dikit Gorok. Di Pekalongan pada 1999 juga bentrok sesama kader NU, karena beda partai," beber Muslim.

Khusus di Jatim, menurut Muslim, Pilkada juga menyebabkan ketegangan sesama kader NU. "Terutama di wilayah ‘Tapal Kuda’ yang disebut sejumlah pihak sebagai wilayah sumbu pendek,” papar Muslim. 

Yang pasti, kata Muslim, pertarungan sesama kader NU di Jatim dan Jateng akan menguntungkan penguasa saat ini. "Setelah lelah bertarung dengan saudaranya, maka dengan mudah penguasa mengendalikan NU dan kader-kadernya," pungkas Muslim.

Pertarungan antara Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Khofifah Indar Parawansa memperebutkan Jatim Satu diperkirakan akan berjalan sengit.

"Sebenarnya Khofifah dan Gus Ipul basis potensial segmen mereka kan sama, NU juga. Tapi ini yang satu Muslimat NU dan yang satu NU biasa," kata pengamat politik Pangi Chaniago seperti dikutip merdeka (02/01).

Sementara di Jawa Tengah, akan bertarung memperebutkan kursi “Jateng Dua” antara Ketua Fraksi PKB DPR RI Ida Fauziah yang diusung koalisi Gerindra-PKS-PAN-PKB, dengan Taj Yasin Maimoen Zubair (Gus Yasin).

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 19 kali

Euforia Persija Jakarta Juara Part 2

Telah dilihat : 28 kali

Euforia Persija Jakarta Juara

Telah dilihat : 1607 kali

Video klip #2019GantiPresiden