Rusia Investigasi Serangan yang Hantam Pangkalan Militer di Suriah

itoday - Kementerian pertahanan Rusia menyatakan mereka akan melakukan investigasi terhadap serangan drone terhadap pangkalan militer mereka yang berada di Suriah. Fokus investigasi ini adalah untuk menemukan asal-usul bom yang digunakan dalam serangan tersebut.

"Bahan peledak yang digunakan untuk menyerang pangkalan militer Rusia di Suriah diproduksi di berbagai negara, termasuk di Ukraina," ucap kepala Departemen Konstruksi dan Pengembangan Sistem untuk Penerapan UAV di Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Alexander Novikov, seperti dilansir Reuters pada Kamis (11/1).

Novikov kemudian mengatakan, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap drone yang melakukan serangan terhadap pangkalan militer Rusia, didapat fakta bahwa siapapun yang merakit drone tersebut memiliki keahlian yang luar biasa baik dan kemungkinan pernah mendapatkan pelatihan di luar negeri.

"Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa peralatan elektronik radio yang terpasang pada UAV mengizinkan pelepasan amunisi otomatis dan terprogram, yang menghilangkan kemacetan sistem kontrol mereka," ucapnya.

"Selain itu, koordinat yang masuk dalam program kontrol UAV, lebih akurat daripada data yang umumnya tersedia, misalnya di Internet," sambungnya.

Seperti diketahui, dua pangkalan militer Rusia yang berada di Suriah mendapatkan serangan dari belasan drone dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Belasan drone tersebut diketahui diterbangkan dari wilayah Idlib, yang saat ini dikuasai oleh pasukan oposisi Suriah.

 

 

 

 

 

Komentar

Artikel Terkait