AS Dukung Israel Bombardir Suriah, Putin Minta Tahan Diri

itoday - Pemerintah Amerika Serikat (AS) sangat mendukung tindakan Israel membombardir wilayah Suriah sebagai hak Israel untuk membela diri. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin minta semua pihak menahan diri dan menghindari eskalasi di wilayah tersebut.

Dukungan pemerintah Donald Trump untuk Israel disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Heather Nauert. Dukungan muncul setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap 12 target posisi pasukan Teheran dan Damaskus di Suriah.

Aksi bombardir pesawat-pesawat jet tempur Tel Aviv itu terjadi setelah sebuah pesawat jet tempur F-16 Israel ditembak jatuh militer Suriah dengan rudal anti-pesawat karena beroperasi di wilayah udara pemerintah Damaskus pada hari Sabtu.

Jet tempur yang ditembak jatuh itu menyerang area di Suriah yang diyakini sebagai lokasi operator UAV Iran yang menyusup ke wilayah Israel dari arah Suriah. Pemerintah Teheran membantah mengoperasikan UAV tersebut dan menyebut klaim Tel Aviv menggelikan.

”Amerika Serikat sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan pada hari ini (kemarin) di perbatasan Israel dan sangat mendukung hak kedaulatan Israel untuk membela diri,” kata Nauert, seperti dilansir Reuters, Minggu (11/2/2018). 

”Ancaman yang diakselerasi Iran dan ambisinya untuk memproyeksikan kekuatan dan dominasinya, menempatkan semua orang di wilayah ini dari Yaman sampai Lebanon berisiko,” lanjut Nauert.

Di Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin menelepon Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas situasi di Suriah. Putin angkat bicara setelah serangan udara Israel yang berat menghantam wilayah negara sekutunya.

”Mereka membahas situasi seputar tindakan angkatan udara Israel, yang membawa serangan rudal kami ke sasaran di Suriah,” kata Kremlin dalam sebuah pernyataan yang dikutip Interfax.

Putin mengatakan kepada Netanyahu bahwa ada kebutuhan untuk menghindari langkah-langkah yang akan menghasilkan konfrontasi baru di wilayah tersebut.

 

Komentar

Artikel Terkait

Rabu, , 21 Februari 2018 - 01:18 WIB

Papua Dimekarkan, Atau Dimerdekakan Israel

Selasa, , 20 Februari 2018 - 12:20 WIB

Trump Jadi Presiden Terburuk dalam Sejarah AS

Telah dilihat : 2727 kali

sahabat total episode 2

Telah dilihat : 2710 kali

sahabat total episode 1