Amir Syamsudin Tantang Jokowi ‘Teken’ Perppu Pembatalan UU MD3

itoday - Pasal 263 ayat (1) R KUHP soal “penghinaan Presiden” jauh lebih berbahaya daripada Pasal 122 huruf K UU MD3, soal penghinaan terhadap Anggota DPR RI.

Penegasan itu disampaikan pengacara senior Habiburokhman menyikapi penolakan Presiden Joko Widodo  untuk menandatangani UU MD3 pasal 122. 

“Pasal 263 ayat (1) RKUHP soal penghinaan Presiden  yang berisi larangan dan ancaman sanksi penjara itu jauh lebih bahaya dari Pasal 122 huruf K UU MD3 yang hanya bersifat administratif soal pelaporan,”  tegas Habiburokhman di akun Twitter @habiburokhman.

Terkait hal itu, Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini menantang Presiden Jokowi untuk menolak Pasal Penghinaan Presiden, selain menolak pasal Penghinaan DPR.

“Kalau Presiden tolak tanda tangan UU MD3 karena pasal 122, harusnya juga tolak Pasal 263 ayat (1) RKUHP soal penghinaan Presiden,” tulis @habiburokhman.

Di sisi lain, mantan Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin menantang Presiden Jokowi untuk menandatangani Perppu ‘pembatalan’ UU MD3.

“Berani teken PERPPU Pembatalan seperti  yang pernah dilakukan SBY?” tulis Amir Syamsudin di akun @amirsyamsudin, meretweet tulisan bertajuk “Tak Mau Teken UU MD3, Jokowi Diminta Contoh SBY”

Sebelumnya, Direktur Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember Bayu Dwi Anggono menilai, sikap Presiden Jokowi itu akan menjadi cerminan buruknya manajemen pemerintahan.

"Patut ditinjau ulang dan Presiden sebaiknya menempuh cara yang lebih tepat dan efektif secara ketatanegaraan dalam merespons desakan publik," kata Bayu seperti dikutip kompas (21/02).

Bayu mencontohkan kasus yang hampir sama pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).  Saat itu, SBY memilih mengeluarkan Perppu setelah UU Pilkada diundangkan. Alasannya karena mayoritas publik menolak aturan kepala daerah dipilih DPRD dalam UU tersebut.

 

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 89 kali

Euforia Persija Jakarta Juara Part 2

Telah dilihat : 102 kali

Euforia Persija Jakarta Juara

Telah dilihat : 1612 kali

Video klip #2019GantiPresiden