Pengamat: “MCA” Nasibnya Sama Seperti “Saracen” yang Tak Jelas

itoday - Penyebutan The Family MCA (Muslim Cyber Army) sebagai kelompok penyebar kebencian dan penangkapan anggotanya, akan berakhir dengan tidak jelas, seperti   halnya kelompok Saracen yang saat ini ujungya tidak jelas.

Pendapat itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi (28/02). "Pernah ada nama Saracen yang ditangkap, tetapi nasibnya tidak jelas. Asma Dewi yang sudah ditangkap dan ditahan dengan tuduhan terlihat Saracen, dalam pengadilan tidak terlibat. Ini ada MCA, aneh juga nasibnya," beber Muslim Arbi.

Menurut Muslim, “MCA” hanya jawaban atas kelakuan buzzer maupun pendukung penguasa yang selalu menyudutkan kelompok Islam.  "MCA itu tidak ada struktur organisasi, hanya spontanitas dari umat Islam. Dan adanya tuduhan anggota MCA latihan militer itu tidak benar," jelas Muslim. 

Muslim menilai, anggota MCA yang ditangkap dengan tuduhan menyebarkan hoax, justru tidak menyurutkan gerakan kelompok ini. "Pihak kepolisian akan dinilai hanya menangkap pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah, tetapi membiarkan penyebar hoax pendukung penguasa," papar Muslim. 

Kata Muslim, situs Seword yang sangat jelas menyebarkan kebencian dan hoax tidak ada tindak lanjutnya, padahal sudah dilaporkan ke kepolisian. "Harusnya polisi juga menangkap pemilik Seword maupun akun-akun medsos pro penguasa yang menyebarkan hoax dan kebencian," pungkas Muslim. 

Komentar

Artikel Terkait