Korban Tewas Gempa Papua Nugini Tembus 100 Lebih

itoday - Papua Nugini menghadapi jalan yang panjang untuk memulihkan diri setelah gempat kuat melanda dataran tinggi negara itu lebih dari 10 hari lalu. Jumlah korban gempa pun meningkat menjadi lebih dari 100 jiwa.

Perdana Menteri Papua Nugini, Peter O'Neill, terbang di atas wilayah-wilayah yang terkena dampak paling parah pada hari Rabu setelah gempa berkekuatan 6,7 SR mengguncang daerah pegunungan. Sebelumnya wilayah yang sama juga diguncang gempa berkekuatan 7,5 SR pada 26 Februari.

"Tidak akan ada perbaikan cepat. Kerusakan akibat bencana ini akan memakan waktu berbulan-bulan dan bertahun-tahun untuk diperbaiki," kata O'Neill di Tari, ibukota provinsi Hela, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (8/3/2018).

Australia dan Selandia Baru telah mengirimkan lebih banyak helikopter dan pesawat untuk membantu mengirimkan makanan, air dan obat-obatan ke daerah terpencil. Pemerintah dan badan-badan bantuan tengah berjuang untuk mencapai desa-desa yang terjebak oleh tanah longsor dan jalan-jalan yang ambruk.

"Tragisnya, gempa bumi dataran tinggi telah merenggut nyawa diperkirakan lebih dari 100 orang Papua Nugini, dengan masih banyak lagi yang hilang dan ribuan orang terluka," kata O'Neill dalam komentar yang dikeluarkan oleh kantornya.

Komentar

Artikel Terkait

Minggu, , 17 Juni 2018 - 00:49 WIB

Rusuh, Papua Nugini Umumkan Keadaan Darurat

Kamis, , 08 Maret 2018 - 11:56 WIB

Korban Tewas Gempa Papua Nugini Tembus 100 Lebih