Imam New York Islamic Center: Naif dan Ceroboh, Pakaian jadi Kriteria Terorisme!

itoday - Imam besar New York Islamic Center, Shamsi Ali, turut mengomentari pelarangan cadar bagi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (Suka) Yogyakarta.

Meskipun secara pribadi tidak setuju dengan cadar sebagai kewajiban, Shamsi Ali, menegaskan bahwa pakaian jangan dijadikan kriteria untuk menilai radikalisme atau terorisme.

“Jadi jangan pakaian orang jadi kriteria radikalisme atau terorisme...itu penilaian naif dan ceroboh. Jubah radikal..pakaian pendeta? #cadar,” tegas Shamsi Ali di akun Twitter @ShamsiAli2.

Shamsi Ali membandingkan dengan negara-negara sekuler soal pelarangan cadar di institusi perguruan tinggi. “Di Eropa yang sekulernya gak ketulungan, hanya Prancis yang pernah mau melarang...apakah UIN sudah perwakilan sekularisme? #cadar,” tanya @ShamsiAli2.

Sebelumnya, Ketum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas berpendapat, jika ada mahasiswi UIN Suka yang ngotot mau pakai cadar sebaiknya pindah kampus.

“Kalau mau ngotot pakai cadar, pindah aja ke sekolahannya Prof @squrtuby Kali aja boleh.. gitu aja kok repot,” tegas Yaqut di akun @GPAnsor_Satu.

Yaqut juga menambahkan: “Melarang cadar di UIN, ada yang bilang menghilangkan hak warga negara. Ini mbelgedhes. Gini deh, boleh gak jika cadar dibolehin misalnya, pas ujian, dosen boleh intip cadarnya untuk pastikan yang ikut ujian itu sama dengan yang terdaftar? Kemon, beragama jangan mempersulit diri dan orang lain lah..,” 

Tak hanya itu, @GPAnsor_Satu juga menulis: “Oke deh. Bikin simpel aja. Gak usah debat budaya, syar’i atau hal-hal yang kalian gak paham. Dilarang pakai cadar di UIN gak usah dibikin ribut. Toh sholat, umroh dan haji gak boleh pakai cadar, kalian gak ribut kan?”

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 89 kali

Euforia Persija Jakarta Juara Part 2

Telah dilihat : 102 kali

Euforia Persija Jakarta Juara

Telah dilihat : 1612 kali

Video klip #2019GantiPresiden