Wasekjen Demokrat: Calon Tunggal adalah Pemeran Terburuk dari Hasrat Berkuasa

itoday - Calon presiden tunggal di era refomrasi merupakan tanda bahwa parpol telah gagal melahirkan pemimpin, presiden juga gagal mempersiapkan regenerasi.

Pendapat itu disampaikan Ketua Dewan Syuro Partai Bulan Bintang, MS Kaban. “Presiden calon tunggal era reformasi demokrasi tanda parpol gagal lahirkan pemimpin, presiden gagal persiapkan regenerasi. Jangan jadi bangsa gagal satu kata lawan capres tunggal,” tegas MS Kaban di akun Twitter @hmskaban.

Senada dengan MS Kaban, Wasekjen DPP Demokrat Rachland Nashidik menegaskan bahwa calon tunggal (presiden) adalah pameran terburuk dari hasrat berkuasa. 

“Tepat. Calon tunggal adalah pameran terburuk dari hasrat berkuasa,” tulis Rachland di akun 

@RachlanNashidik meretwet akun @rockygerung, milik dosen filsafat UI, Rocky Gerung.

Sebelumnya, loyalis Joko Widodo, Ruhut Sitompul, menyatakan capres tunggal di Pilpres 2019 tidak melanggar Undang Undang. 

“Jangan ada yang disalahkan kalau terjadi Calon Tunggal di Pilpres 2019 tidak melanggar UU, karena itu, ‘Silahkan Maju sebagai Calon Presiden jangan Berebut jadi Wapres percaya diri harus kuat tapi ingat Ngaca dulu’ MERDEKA,” tulis Ruhut di akun @ruhutsitompul.

Soal capres tunggal, pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra mengingatkan bahaya capres tunggal di Pilpres 2019. Bahayanya, jika calon tunggal ini kalah melawan kotak kosong. Pemerintahan pun kosong, chaos pun tidak terelakkan.

"Negara bisa terjadi chaos, atau dalam teori disebut constitutional resist, pemerintahan kosong. Masa jabatan tidak bisa diperpanjang oleh MPR. Sehingga kacau, sudah tidak ada pemerintahan lagi," tegas Yusril seperti dikutip rmol (06/03).

Komentar

Artikel Terkait