Duterte Disebut Perlu Tes Kejiwaan, Menlu Filipina Naik Pitam

itoday - Menteri Luar Negeri Filipina mengecam Komisioner Tinggi HAM PBB yang mencela Presiden Rodrigo Duterte. Pernyataan itu disebut tidak bertanggung dan tidak menghormati Duterte. Ia pun memperingatkan bahwa ucapan semacam itu bisa menjadi preseden berbahaya.

Komisioner Tinggi HAM PBB, Zeid Ra'ad al-Hussein menyerukan Duterte untuk menemui seorang psikiater. Hal itu dikatakannya setelah pemimpin Filipina tersebut mengkritik pelapor khusus PBB.

Komentar Zeid muncul setelah kementerian kehakiman Filipina mengajukan sebuah permohonan ke pengadilan Manila yang meminta deklarasi lebih dari 600 gerilyawan komunis yang diduga, termasuk seorang pelapor khusus PBB, sebagai "teroris".

"Filipina sangat mengacuhkan komentar yang tidak bertanggung jawab dan tidak menghormati dari Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa yang memberikan aspirasi yang tidak diinginkan mengenai Presiden Republik Filipina," ujar Menteri Luar Negeri Filipina Alan Peter Cayetano, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (10/3/2018).

Dalam sebuah pernyataan, Cayetano mengatakan dengan sangat tegas bahwa Filipina terganggu oleh cara di mana pejabat hak asasi manusia PBB dapat melangkahi mandatnya dan menghina pemimpin negara-negara anggota tanpa melalui proses.

"Ini bisa menjadi preseden berbahaya bahwa dewan harus segera mengatakan bahwa negara anggota juga bisa menjadi korban bagi mereka yang berusaha mempolitisir dan memperjuangkan hak asasi manusia untuk merongrong pemerintah yang sah," katanya.

"Pejabat hak asasi manusia PBB mungkin tidak menyadarinya tapi dia sedang digunakan dalam usaha yang diatur dengan baik untuk mengacaukan pemerintahan yang sah ... oleh para pihak dengan agenda melayani diri sendiri," tukasnya.

Komentar

Artikel Terkait