“Koalisi Informal dan ‘Kemenangan Invisible Hand’ Pilgub DKI Bisa Berlanjut di Pilpres 2019”

itoday - Fenomena yang terjadi pada Pilgub DKI 2017, di mana pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berhasil merebut Jakarta, tidak menutup kemungkinan akan berlanjut pada Pilpres dan Pileg 2019. 

Analisis itu disampaikan politisi senior Habil Marati (13/03). Menurut Habil, tokoh-tokoh agama secara tidak langsung membentuk koalisi informal. 

 “Koalisi informal ini tetap ada. Meskipun Habib Rizieq Syihab ada di Saudi tapi kinerja tokoh-tokoh fenomenal lain seperti Ustadz Abdul Somad menjaga koalisi informal tersebut,” ungkap Habil Marati kepada intelijen, Senin (5/3). 

Habil meyakini, kehadiran Ustadz Abdul Somad dan kawan kawan pada ‘koalisi informal’ di Pileg dan Pilpres 2019 akan menambah kekuatan untuk menyampaikan kondisi faktual bangsa Indonesia.

Berdasarkan peta politik, kata Habil, koalisi informal memiliki penyaluran aspirasi politik yang terfokus pada tiga partai, yakni dua partai Islam dan satu partai nasional.

"Dengan demikian kekuatan koalisi informal berkoalisi dengan tiga partai tersebut bisa mengalah kan kekuatan koalisi formal, sehingga apa yang terjadi pada Pilgub DKI akan merembet pada Pilpres 2019," jelas Habil. 

Terkait hal itu, Habil mengingatkan, kekuatan koalisi informal di bawah pimpinan Habib Rizieq Shihab (HRS), Ustadz Abdul Somad (UAS), dan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) akan berkoalisi dengan tiga parpol, tidak bisa disepelekan di Pileg dan Pilpres 2019.  

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 3383 kali

sahabat total episode 3

Telah dilihat : 3602 kali

sahabat total episode 2