Akhmad Sahal: Stop Kriminalisasi Rocky Gerung! Ada Apa Dengan Kelompok Liberal Pro Jokowi?

itoday - Tidak hanya aktivis liberal loyalis Joko Widodo, Guntur Romli, yang menentang kriminalisasi terhadap dosen filsafat Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung. 

Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Amerika, Akhmad Sahal, juga menolak kriminalisasi Rocky Gerung terkait pernyataan Rocky di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) (10/04).

“Norak banget sih ini, menyatakan pikiran kok dipolisikan. Saya punya banyak kritik ke Bung @rockygerung soal pernyataannya tentang fiksi dan kitab suci, tapi saya menentang keras upaya kriminalisai terhadapnya. Lawanlah ide dengan ide!” tegas Sahal di akun Twitter @sahaL_AS.

Sebelumnya, dalam kultwit panjang, @sahaL_AS menyimpulkan: “Inilah menurut saya problem utama pandangan RG tentang fiksi sebagai pengaktifan imajinasi, bukan fiksi sebagai khayalan. Hal yang  mestinya merupakan discourse ilmiah filosofis dipelintir  RG untuk nyerang Jokowi. Yang bermasalah bukan isi discourse-nya, tapi penggunaannya untuk tujuan politik.”

Guntur Romli yang juga politisi PSI, menyatakan tidak setuju dengan pelaporan Rocky Gerung. Hal itu disampaikan Guntur menanggapi pelaporan Rocky oleh Ketua Cyber Indonesia Permadi Arya.

"Saya tidak setuju pelaporan Rocky Gerung. Meski tidak bisa melarang, karena itu hak yang punya laporan," ujar Guntur seperti dikutip tempo (12/04).

Menurut Permadi, salah satu ucapan Rocky telah menyinggung keberadaan kitab suci. "Saya melaporkan saudara Rocky karena omongan dia semalam (10/04) di salah satu acara diskusi di televisi. Dia mengatakan Kitab Suci adalah Fiksi," ujar Permadi di Polda Metro Jaya (11/04).

Netizen menduga, sikap lunak Guntur Romli pada Rocky Gerung terkait jejak digital akun @GunturRomli yang sempat menulis: “Kitab Suci: Fiksi Yang Diyakini”.

Aktivis sosmed, Fanni Fathihah di akun @inisifani menulis: “Kalian pada ngeributin Rocky, padahal yang dia sampaikan bukan hal yang baru. Tahun 2010 sudah ada kok~”. @inisifani melampirkan capture cuitan @GunturRomli.

Komentar

Artikel Terkait