Pengurus MUI: Stop Pembentukan Opini yang Selalu Kaitkan Terorisme dengan Islam

itoday - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Irjen Pol (purn) Anton Tabah Digdoyo meminta semua pihak untuk tidak terlalu spekulatif terhadap palaku teror bom di tiga gereja di Surabaya.

"MUI menghimbau jangan spekulatif menyatakan kasus seperti ini seperti itu, apalagi bilang teroris lakukan bom bunuh diri," tegas mantan penyidik kepolisian ini (14/05). 

Anton mengingatkan, pemboman tiga gereja di Surabaya belum tentu pelakunya teroris, demikian juga pemboman itu sebagai aksi bom bunuh diri.  Dalam kasus bom Surabaya berbagai kemungkinan bisa terjadi. 

"Misal pelaku justru korban yang disuruh bawa sesuatu yang tak tahu apa yang dibawa. Atau dia disuruh menuju sasaran tertentu dengan upah menggiurkan dan orang yang tak tahu apa-apa tadi ternyata  membawa bom. Bisa saja bom diledakkan dengan remote tanpa pembawanya tau,” beber Anton.

Terkait hal itu, Anton meminta semua pihak jangan spekulatif, biarkan penyidik bekerja dengan jujur profesional menggunakan scientific crime investigations sehingga ditemukan kebenaran materiil maupun formil kasus tersebut. "Spekulatif hanya akan memperkeruh situasi yang mulai kurang kondusif," jelas Anton.

Menurut Anton, semua pihak juga jangan terprovokasi, tetap utamakan menjaga persatuan dan kesatuan. "Stop pembentukan opini yang selalu dikaitkan dengan Islam, karena Islam tak mentolerir teror aksi-aksi kekerasan di luar perang apalagi aksi bunuh diri dengan cara apapun," pungkas Anton.

Red

Komentar

Artikel Terkait

Senin, , 06 Agustus 2018 - 13:36 WIB

MUI: Pernyataan Jokowi Bisa Dibawa Ke Ranah Hukum

Kamis, , 02 Agustus 2018 - 15:28 WIB

Banser Akan Hadang Aksi #2019GantiPresiden

Jumat, , 08 Juni 2018 - 01:11 WIB

Polemik Bawa Anak ke Masjid, Begini Saran MUI