Direktur NU Online: Siapapun tak Layak Dipenjara Karena Pikiran Konspiratifnya

itoday - Ancaman pembunuhan yang diarahkan ke seseorang atau sebuah kelompok layak ditangkap dan diproses hukum. Tetapi, jika hanya berpikiran konspiratif tak layak dipenjara.

Penegasan itu disampaikan direktur NU Online (nu.or.id) Savic Ali di akun Twitter @savicali. “Ngomong "bunuh ato darah halal ato kafir yang harus diperangi" yang diarahkan ke seseorang ato sebuah kelompok layak ditangkap dan proses hukum. Tapi kalo cuma ngomong "ini konsiprasi bla bla..." ya disanggah aja,” tegas @savicali.

Menurut Savic, setiap sikap yang dimunculkan dengan pernyataan konspiratif, ada yang harus dihadapi dengan edukasi dan counter-narasi, dan ada yang harus ditangani dengan hukum.

“Ada yang harus dilawan dengan edukasi dan counter-narasi, ada yang harus ditangani dengan hukum. Kita harus bisa bedakan,” tulis @savicali.

Savic juga menegaskan, bahwa pihak atau orang yang tidak punya empati terhadap suatu kejadian yang menuntut sikap empati tidak bisa dihukum. “Memang ada orang-orang yang tak punya empati—karna berbagai sebab. Tapi kita gak bisa menghukum orang yang tak punya empati. Itu domain edukasi,” kata @savicali.

@savicali menegaskan: “Tak banyak yang bisa kamu lakukan terhadap orang-orang yang nalarnya super-konspiratif. Entah soal global ato nasional. Tapi merek tak layak dipenjara karena pikiran konspiratifnya.”

Diberitakan sebelumnya, dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis ditangkap kepolisian di kediamannya Komplek Johor Permai, Medan Johor, Medan (19/05) malam. 

Himma ditangkap setelah mengunggah status di akun Facebook miliknya. Dalam status tersebut, lulusan S2 itu menulis 'Skenario pengalihan yang sempurna #2019GantiPresiden'. Status ini dibuat pasca serangan bom di Surabaya beberapa waktu lalu.

Kini, Himma ditahan di Ditreskrimsus Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan ujaran kebencian.

Komentar

Artikel Terkait