Sejarawan: Ingkari Nawacita, Jokowi Groundbreaking UIII di Lahan Cagar Budaya “Rumah Cimanggis”

itoday - Presiden Joko Widodo meresmikan dimulainya proyek pembangunan (groundbreaking) Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis Depok (05/06). Ironisnya, saat peresmian, tidak disinggung keberadaan cagar budaya “Rumah Cimanggis” di lapangan RII Cimanggis itu.

Sejarawan JJ Rizal menyesalkan sikap Istana terkait proyek itu. Tokoh Komunitas Sejarah Depok (KSD) ini menyebut pembangunan di lahan Rumah Cimanggis itu jelas menjadi potret buram wawasan sejarah elit pejabat.

“Ingat ini proyek strategis nasional, jadi bukan hanya Walikota tetapi ada Istana, Kementerian juga ...sungguh dari Rumah Cimanggis kelihatan jelas potret buram wawasan sejarah elite pejabat #selamatkanrumahcimanggis,” tegas JJ Rizal di akun Twitter @JJRizal.

Secara khusus JJ Rizal mengingatkan Jokowi: “Kalau Bapak sedang membuat sejarah mengapa Bapak lupakan situs sejarah di tempat di mana Bapak akan bangun sejarah? #SelamatkanRumahCimanggis.”

Menurut JJ Rizal, sudah ada rekomendasi tim ahli cagar budaya (TACB) sejak hampir tiga bulan lalu kepada Wali Kota Depok untuk menandatangani surat penetapan Rumah Cimanggis sebagai Cagar Budaya, tetapi Walikota Depok menunggu surat Keputusan Presiden. 

“Padahal menurut UU nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya sudah sangat jelas ia bisa langsung tanda tangan. Ironisnya malah tidak mau, kecuali dapat surat Keputusan Presiden dulu,” ujar Rizal seperti dikutip tempo (05/06).

Berarti masalahnya ada di Walikota Depok? “Masalahnya ada di Prinsip nawacita yang diingkari sebagaimana prinsip friendly city yang ngibul,” tegas @JJRizal menjawab komentar akun @BonnieTriyana.

@JJRizal mengutip pendapat penulis sejarah Adolf Heuken: “Soal Rumah Cimanggis juga urusan duit, orang mau bikin kampus besar pasti urusannya duit. Karena tidak tahu (urusan sejarah), berusaha tahu pun tidak," Adolf Heuken #SelamatkanRumahCimanggis

Rencana pembangunan kampus UIII dicanangkan sejak 2016 melalui Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2016. Pembangunan kampus diperkirakan selesai dalam empat tahun dan memakan biaya sekitar Rp 3,5 triliun.

Komentar

Artikel Terkait