Prabowo: Ada Kekuatan Uang Merasa Bisa Menentukan Siapa Presiden Mendatang

 

itoday - Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto kembali menyinggung kedaulatan ekonomi Indonesia. Menurut dia, banyak kekayaan alam yang bawa lari ke luar negeri dan menguntungkan bangsa lain.

Akibatnya, menurut Prabowo, kekuatan politik di Indonesia terancam. Bahkan, ada orang-orang berduit yang menganggap bisa menentukan kepala daerah dengan kekuatan uangnya.

"Kekuatan politik terancam, sekarang saat-saat kritis, ada kekuatan yang punya uang merasa bisa menentukan siapa yang akan jadi bupati, wali kota, gubernur, bahkan presiden RI mendatang," kata Prabowo saat memberikan pidato politik lewat live Facebook, Selasa (19/6) malam.

Prabowo mengatakan, saat ini Gerindra bisa dianggap sebagai benteng terakhir kemerdekaan Indonesia. Gerindra, kata dia, berkomitmen untuk mengembalikan kekayaan alam Indonesia agar menguntungkan bagi bangsa sendiri sesuai yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945.

"Mungkin kita yang masih bicara tentang keadilan sosial, kita membela rakyat kecil, membela rakyat miskin, membela kaum tertindas, membela kaum yang lemah, karena itu saya bicara malam hari ini langsung kepada kalian (kader Gerindra)," jelas Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu mengingatkan kepada seluruh kader Gerindra untuk terus berjuang membela kepentingan rakyat kecil. Dia ingin menciptakan pemimpin kepala daerah yang bersih dan bekerja demi kepentingan rakyat bukan pribadi.

Oleh sebab itu, jelang Pilkada serentak 27 Juni nanti, Prabowo menegaskan kepada kadernya untuk bekerja lebih giat lagi. Memperkenalkan calon pemimpin yang diusung Gerindra di Pilkada door to door kepada rakyat.

"Gerindra sungguh-sungguh dari hati yang paling dalam, kita ingin benar-benar memberi kepada rakyat Indonesia, pemimpin-pemimpin yang bersih, yang baik, yang amanah, yang tidak berkhianat kepada rakyat dan bangsanya sendiri," kata dia.

"Sungguh-sungguh kita berusaha untuk mengusung dan menawarkan kepada rakyat Indonesia kandidat calon pemimpin yang ingin bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat dan bangsa, tidak untuk perkaya diri sendiri, tidak untuk perkaya keluarganya sendiri," tambah Prabowo.

Prabowo pun berpesan, bahwa rakyat jangan sampai terbuai dengan iming-iming calon kepala daerah. Sebab, akan menyesal lima tahun ke depan.

"Kalau rakyat tidak sadar atau rakyat mudah dibuai pemimpin yang dipilih nanti adalah mereka yang ingin meneruskan keadaan yang kalau seperti sekarang berarti lima tahun lagi akan diteruskan keadaan seperti sekarang, kekayaan bangsa terus mengalir keluar, patgulipat, segala macam bentuk pencurian, korupsi, penyelewengan dengan semakin canggih dan berani, UU dilabrak keadilan dan hukum diabaikan, kalau dibiarkan keadaan makin tidak baik," tutup dia.

 

Sumber: Merdeka

Komentar

Artikel Terkait