Kwik Sebut Megawati Minta Yusril Bikin Surat Lunas BLBI, Penulis Senior: Dijamin KPK tak Bakal Sidik

itoday - Saat menjabat Presiden RI, Megawati Soekarnoputri menyetujui pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) kepada debitur penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Hal itu diungkapkan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Kwik Kian Gie, saat bersaksi untuk terdakwa mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta (05/07).

Terkait keterangan Kwik tersebut, semestinya KPK segera memanggil Megawati. Namun, banyak pihak pesimis dengan keberanian KPK.

Penulis senior yang juga pemikir Islam, Ustadz Iwan Januar, turut meragukan kesungguhan KPK. “Dijamin KPK tidak bakal panggil dan sidik,” tulis Iwan di akun Twitter @iwanjanuarcom, mengomentari tulisan bertajuk “Kwik Kian Gie Sebut Megawati yang Minta Yusril Bikin Surat Lunas BLBI”.

Komunikator Partai Demokrat Ferdinan Hutahaean pun menantang KPK untuk memeriksa Megawati. “Kapan Megawati di periksa @KPK_RI?” tulis Ferdinand di akun @LawanPoLitikJKW.

Dalam kesaksiannya, Kwik Kian Gie, mengatakan Mega telah memerintahkan Yusril Ihza Mahendra untuk membuat draf instruksi presiden terkait penerbitan SKL. Pada waktu itu, Yusril menjabat Menteri Kehakiman.

Kwik mengatakan keputusan Megawati untuk menerbitkan Inpres itu untuk memberikan kepastian hukum bagi para debitur. Namun, menurut Kwik, pada saat itu dia menolak tegas pemberian SKL kepada obligor BLBI.

Kwik menyebut pemberian SKL sangat berbahaya, karena bisa menimbulkan kerugian negara. Seharusnya, menurut Kwik, SKL cuma dapat diberikan kepada debitur yang telah melunasi utang.

Komentar

Artikel Terkait