Fahri Hamzah: Anies tak Perlu Nyapres, Ada Dusta Sejak Awal! Jokowi Mudah Dikalahkan

itoday - Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai disebut-sebut sebagai penantang kuat Joko Widodo untuk bertarung di Pilpres 2019.

Politisi vokal Fahri Hamzah justru berbeda pendapat soal pencapresan Anies. Wakil Ketua DPR RI ini berharap Anies-Sandiaga Uno tetap menuntaskan pekerjaannya di DKI.

“Saya tidak setuju @aniesbaswedan maju jadi Capres, sederhana karena saya dulu tidak setuju @jokowi meninggalkan jabatannya di Jakarta. Saya merasa rakyat Jakarta janganlah dipermainkan seperti ini. Pilkada DKI yang lalu berdarah-darah. Bacalah tanda-tanda jangan lupa,” tulis Fahri di akun Twitter  @Fahrihamzah.

Menurut Fahri, Anies tidak perlu ikut nyapres untuk menghadapi Jokowi. Pasalnya, sebagai incumbent, Jokowi mudah untuk dikalahkan. 

“Saya mohon maaf, jika saya berbeda dengan kawan-kawan. Tapi saya merasa ada banyak orang bisa jadi presiden kalau sekedar untuk melawan jokowi dalam debat. Tidak Perlu @aniesbaswedan. Cukup jujur saja di depan publik siapapun bisa menang,” tegas @Fahrihamzah.

Fahri menilai, Jokowi mudah dikalahkan karena sejak awal sudah tidak jujur. Janji-janji Jokowi menyimpang dari sekarang. “Jadi, tenang saja, incumbent mudah dikalahkan. San @aniesbaswedan bertugas si Jakarta jaga gawang dan @sandiuno mendampingi untuk menuntaskan pekerjaan. PR di DKI adalah PR kebangsaan. Di kota ini ada semua jenis persoalan. Layak kita perjuangkan,” tulis @Fahrihamzah.

“Justru saya merasa  presiden sekarang ringan dihadapi karena dari awal tidak jujur. Ada dusta sejak awal, lalu janji2nya yang tidak diikuti dan kemudian menyimpang dari sekarang. #RevolusiMental sampai kita rusak mental. #PorosMaritim sampai rakyat tenggelam terbengkalai,” kata @Fahrihamzah.

Secara khusus, Fahri meminta Anies untuk tidak mencontoh pendahulunya, Jokowi. Di mana, ada anggapan kalau jadi Presiden, masalah Jakarta mudah diselesaikan. Faktanya, Jokowi juga tidak berbuat untuk Jakarta.

“Saya tahu @aniesbaswedan didorong banyak orang. Tapi, sebaiknya kita meminta mereka fokus di DKI dan jangan mencontoh pendahulu mereka yang salah. Pemimpin yang meninggalkan pekerjaan di tengah jalan bisa dituduh egois. Jangan dibiasakan. Jabatan buka Aji mumpung,” tegas @Fahrihamzah.

@Fahrihamzah menambahkan: “Memang, ada anggapan kalau jadi presiden masalah di Jakarta mudah diselesaikan. Tapi, buktinya yang sekarang juga Gak ngapa-ngapain kok. Jakarta ini memang memerlukan kepemihakan. Tapi lebih dari itu, Jakarta Perlu ide, untuk itu kombinasi @aniesbaswedan dan @sandiuno ideal.”

Komentar

Artikel Terkait