Gerindra-Demokrat Berkoalisi Demi Cegah Kecurangan Pilpres 2019! Ini Alasannya

itoday - Rencana koalisi besar Gerindra, PKS, PAN, PBB dengan Partai Demokrat merupakan upaya mencegah kecurangan Pilpres 2019, sekaligus membersihkan demokrasi dari virus. 

Kesimpulan itu disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P. Simanjuntak melalui siaran pers (24/07). 

“Koalisi ini merupakan harapan mewujudkan pemilu yang jujur dan adil tanpa kecurangan. Kita ketahui bersama baru-baru ini ditemukan 1,2 juta data pemilih yang invalid di DKI Jakarta. Temuan ini sangat menciderai demokrasi kita dan potensi kecurangan membayangi Pileg dan Pilpres 2019,” beber Bastian.

Bastian meyakini, Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjabat sebagai presiden hingga dua periode, sangat paham betul potensi kecurangan tersebut.

“Sebelumnya SBY pernah berkicau di akun Twitter-nya terkait disusupinya BIN dan alat negara lainnya oleh agen politik. Signal ini bukan hanya untuk Pilkada akan tetapi juga buat Pilpres dan Pileg kita. Apalagi persoalan e-KTP sebagai syarat untuk memilih dipenuhi ketidakjelasan, ada daftar pemilih yang tidak mempunyai NIK dan KK,” terang Bastian.

Menurut Bastian, pengalaman SBY sebagai mantan presiden menjadi berguna dalam mencegah kecurangan tersebut. “SBY paham betul setiap upaya tersebut, SBY pastinya juga memiliki cara efektif dalam mencegah kecurangan tersebut. Puluhan juta data invalid dengan mudahnya menjadi tiket bagi pemilih siluman. SBY tentu sangat paham dengan modus ini, SBY dan Prabowo bila bekerjasama tentu akan menghadirkan pemilu, baik pilpres maupun pileg yang jujur dan adil,” kata Bastian.

Sejalan dengan itu, Bastian menduga ada upaya terencana dan terorganisir untuk mencurangi Pemilu 2019. “Bila pemerintah tidak mampu membenahi invalidnya data pemilih maka akan muncul dugaan kuat bahwa kecurangan dilakukan pemerintah. Ini bukan hal sepele, sehingga upaya koalisi Gerindra  dan Demokrat untuk mencegah kecurangan itu patut didukung,” tegas Bastian.

Terkait dengan hal tersebut, Geprindo mendukung koalisi partai Gerindra, PKS, PAN, PBB  dan Demokrat guna mencegah kecurangan Pilpres maupun Pileg. 

Geprindo mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki data-data yang invalid atau rakyat akan menganggap pemerintah sengaja berbuat demikian untuk melakukan kecurangan. Geprindo juga menghimbau rakyat Indonesia untuk sama-sama memeriksa data pemilih yang dikeluarkan KPU/D, bila ditemukan data invalid segera laporkan pada pihak yang berwenang.

Red

Komentar

Artikel Terkait