Wasekjen Demokrat Desak Jokowi Batalkan IMF-World Bank Summit: Tak Pantas! NTB Butuh Perhatian

itoday - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, mendesak Presiden Joko Widodo untuk membatalkan IMF-World Bank Summit yang akan digelar di Bali.

Rachland menegaskan, tidak pantas mendahulukan perhelatan seharga hampir Rp 1 Triliun, sementara rakyat NTB lebih membutuhkan perhatian. “Saya mendesak Presiden Jokowi membatalkan IMF-World Bank Summit yang akan diselenggarakan di Bali. Tak pantas dan seluruhnya salah untuk mendahulukan perhelatan seharga hampir Rp 1 Triliun di sebelah penderitaan saudara-saudara kita di NTB yang lebih membutuhkan perhatian,” tegas Rachland di akun Twitter @RachlanNashidik.

Tak hanya itu, Rachland juga  mendesak panitia Asian Games 2018 mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang di semua cabang pertandingan. “Saya juga mendesak, sambil kita menuntaskan janji menyelenggarakan Asian Games, panitia mengibarkan bendera merah putih di setengah tiang di semua cabang pertandingan. Sebagai tanda bangsa sedang berduka dan ungkapan solidaritas dengan saudara-saudara kita di NTB,” tulis @RachlanNashidik.

Aktivis HAM ini juga menyoal alasan pemerintah yang menyebut bisnis pariwisata sebagai latar belakang tidak ditetapkannya bencana gempa di NTB sebagai “bencana nasional”. 

“Bila Presiden Jokowi menilai ‘pariwisata’ adalah kepentingan yang lebih besar dibanding keperluan menetapkan status ‘bencana nasional’ di NTB, setidaknya Presiden dapat melakukan aksi-aksi simbolik yang mengekspresikan empati. Jangan business as usual,” beber @RachlanNashidik.

@Rachlannashidik juga memberikan catatan: “Saat ini kita sedang menjamu tamu dari negara-negara sahabat di Asia. Mata mereka tertuju pada kita. Presiden Jokowi harus menunjukkan: kita bangsa yang besar dan kuat karena saling mengasihi dan saling membantu. Jangan mereka menilai kita tak peduli pada saudaranya sendiri.”

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Indonesia akan mengalami kerugian sangat besar apabila bencana alam di Lombok dinyatakan sebagai bencana nasional. Pramono menegaskan, penetapan status bencana nasional benar-benar bisa menutup pintu wisatawan dalam bahkan luar negeri ke seluruh Pulau Lombok hingga Bali.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 89 kali

Euforia Persija Jakarta Juara Part 2

Telah dilihat : 102 kali

Euforia Persija Jakarta Juara

Telah dilihat : 1612 kali

Video klip #2019GantiPresiden