Sebut #2019GantiPresiden Makar, Pakar Hukum: Ngabalin ini Sok Miliki Kapasitas

itoday - Pilpres diagendakan tahun 2019. Dengan Pilpres pergantian presiden akan terlaksana dari masa jabatan sebelumnya diganti ke masa jabatan presiden terpilih selanjutnya. Itu makna #2019GantiPresiden, jadi bukan pergantian presiden dimulai pada 1 Januari 2019.

Penegasan itu disampaikan praktisi hukum senior Ach. Supyadi menanggapi pernyataan Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut #2019GantiPresiden gerakan makar.

“Tahun 2019 teragenda Pilpres, dengan Pilpres itulah pergantian presiden akan terlaksana dari masa jabatan sebelumnya diganti ke masa jabatan presiden terpilih selanjutnya, itulah makna #2019GantiPresiden, jadi bukan pergantian presiden dimulai pada 1 Januari 2019 seperti ucapan Ngabalin,” tegas Supyadi di akun Twitter  @adv_supyadi.

Secara khusus Supyadi menyoal kapasitas Ngabalin soal #2019GantiPresiden. Menurut Supyadi yang punya kapasitas menilai makar atau tidak kewenangan Bawaslu dan KPU. “Ngabalin ini sok memiliki kapasitas, padahal tidak; Kalau Ngabalin nyadar dengan kewenangannya maka ia tidak akan bilang #2019GantiPresiden itu makar, karena untuk menilai makar atau tidak adalah kewenangan Bawaslu dan KPU, karena hal itu masih berkaitan dengan pilpres di tahun depan,” tulis @adv_supyadi.

Selain itu, kata Supyadi, Ngabalin berpendapat menurut aturannya sendiri. “Dua hal minusnya Ngabalin saat menilai #2019GantiPresiden itu makar, pertama dia tidak punya kapasitas, misal sebagai Bawaslu, KPU dan institusi berwenang lainnya, kedua dia mengacu menurut aturan dirinya tapi tidak pada aturan yang benar, misal KUHP atau aturan perundangan lainnya,” tegas @adv_supyadi.

Supyadi juga mempertanyakan kengototan Ngabalin. “Urusan ngotot seperti Ngabalin siapa saja bisa ngotot, tapi masalahnya apakah ngototnya Ngabalin ini sudah benar atau justru sesatkan publik terkait ucapannya yang bilang #2019GantiPresiden itu makar, karena yang berwenang saja yakni Bawaslu/KPU nyatakan hastag itu bukan pelanggaran,” tulis @adv_supyadi.

Sebelumnya, dalam acara “Layar Pemilu Tepercaya” di CNN Indonesia TV (27/08), Ali Mochtar Ngabalin 

menegaskan gerakan #2019GantiPresiden sebagai aksi makar. "Ini makar ini. Ini adalah gerombolan pengacau keamanan. Saya yang bilang," kata Ngabalin.

Menurut Ngabalin, arti dari #2019GantiPresiden adalah pergantian presiden pada pukul 00.00 WIB, 1 Januari 2019. Hal tersebut dikatakan Ngabalin tidak diatur oleh undang-undang.  "UU itu mengatur tentang pilpres bukan mengatur soal ganti presiden," kata Ngabalin.

Komentar

Artikel Terkait