Penguasa tak Paham Praktik Ekonomi, Tagar #RupiahLongsorJokowiLengser jadi Trending Topic

itoday - Ekonom senior Kwik Kian Gie menilai, ada dua faktor yang membuat kondisi ekonomi Indonesia melemah. Pertama, penguasa dan pembantunya tidak terlalu paham dengan praktik ekonomi. Kedua, struktur kebijakan Pemerintahan saat ini terlalu liberal.

"Saat ini sebenarnya faktor (pelemahan rupiah) sudah diambil alih oleh faktor psikologis. Itu sudah susah, pasar sudah sulit mengontrol," tegas Kwik seperti dikutip cnnindonesia (04/09).

Faktanya, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dollar menyentuh level Rp14.930 (04/09). Level ini jauh dari level awal tahun yang masih di kisaran Rp 13.353 per dollar AS.

Sejalan dengan analisis Kwik Kian Gie itu, kepercayaan publik terhadap kesanggupan Pemerintahan Joko Widodo untuk mengawal rupiah dipertanyakan.

Sepanjang hari ini, netizen menggalang tagline atau tanda pagar (tagar) #RupiahLongsorJokowiLengser. #RupiahLongsongJokowiLengser bahkan telah memuncaki trending topic sosmed Twitter.

Sebelumnya, komunikator Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan evaluasi kebijakan ekonomi secara menyeluruh. Tak hanya itu, Ferdinand juga mendesak Jokowi mengevaluasi posisi Menteri Keuangan Sri Mulyani yang hanya memberikan 'angin surga'.

"Bukan hanya evaluasi terhadap kebijakan, tapi juga evaluasi terhadap pejabat seperti Menteri Keuangan yang kami nilai hanya memberikan angin surga kepada presiden," kata Ferdinand seperti dikutip cnnindonesia (04/09).

"Sementara presiden yang tidak begitu menguasai bidang ekonomi, akhirnya terjerat sendiri dalam perangkap kebijakannya," ujar Ferdinand.

Komentar

Artikel Terkait