Donald Trump Tetap Gunakan Ponsel Pribadi meski Rusia dan China Menyadap

itoday - Intelijen Rusia dan China dilaporkan menyadap percakapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menggunakan ponsel pribadinya. 

Kabar tersebut dihembuskan The New York Times, seperti dikutip CNN Kamis (25/10/2018). Meski begitu, Trump tetap menggunakan ponsel iPhone-nya tersebut.

Mengutip para pejabat Gedung Putih yang masih maupun sudah tak bertugas, The Times mewartakan Trump telah diberi tahu intelijen Rusia dan China menyadap secara teratur. 

Ketika pertama kali menjabat pada Januari 2017, Trump sering menggunakan telepon Gedung Putih yang telah mendapat teknologi anti-sadap. 

Namun sejak April lalu, dilaporkan presiden 72 tahun tersebut mulai sering menggunakan ponsel pribadinya, dan membuat para pembantunya frustrasi. 

Pejabat anonim itu menjelaskan, mata-mata China berusaha mengorek informasi dari Trump yang bisa membantu dalam mengatasi perdang dagang dengan AS. 

Sumber tersebut memaparkan, Trump diketahui menelepon Stephen Schwarzman, CEO perusahaan jasa finansial Blackstone Group.

Dan juga Steve Wynn, taipan di bidang kasino serta hotel mewah di Las Vegas yang berinvestasi di Makau, yang mendapat julukan sebagai "Las Vegas Asia". 

Dari informasi yang dikorek, Beijing kemudian menggunakan para pebisnisnya untuk mendekati sosok yang berhubungan dengan pembicaraan tersebut, dan berharap sampai ke telinga Trump. 

Kuasa hukum Wynn menuturkan bahwa pengusaha berumur 76 tahun tersebut telah pensiun dan memilih untuk tidak berkomentar. 

"Tuan Schwarzman mengaku senang telah menjadi perantara atas isu tertentu atas permintaan dua negara," tutur juru bicaranya, Christine Anderson. 

Kepada Wall Street Journal, Trump mengatakan dia cukup bijaksana untuk tidak menjelaskan sesuatu yang sifatnya rahasia melalui telepon. 

Dia memberikan contoh kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. "Saya tak suka mengatakan hal rahasia lewat telepon. Pergunakan telepon sebagaimana mestinya," ujarnya.

 

Sumber: CNN/Foto:fortune.com

 

Komentar

Artikel Terkait