Guru Besar UI: Yang Paranoid Jangan Lebay! Reuni 212 tak Berefek Negatif pada Rupiah

itoday - Rencana “Reuni Akbar Mujahid 212” yang akan digelar di Monas pada 2 Desember, tidak memberi efek negatif terhadap nilai rupiah.

Sindiran itu disampaikan guru besar Universitas Indonesia (UI) Nazaruddin Sjamsudin menanggapi menguatnya nilai rupiah jelang Reuni 212. “Rencana reuni alumni 212 rupanya ga memberi efek negatif terhadap rupiah. Jadi yang paranoid jangan lebay,” tulis Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin.

Kicauan @nazarsjamsuddin itu mengomentari tulisan bertajuk “Terus Perkasa, Rupiah Sentuh Rp14.334 per Dolar AS Pagi Ini”.

Cnnindonesia (30/11) mencatat, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.334 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot pagi ini, Jumat (30/11). Posisi ini menguat 48 poin atau 0,34 persen dari kemarin, Kamis (29/11).

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengimbau Reuni 212 tidak menebar ketakutan di masyarakat. "Ya kami belum lihat ya niatnya. Tapi intinya, masyarakat janganlah masyarakat menjadi takut. Karena saya sudah mendengar dari berbagai komunitas, takut menghadapi situasi-situasi seperti itu. Untuk apa melakukan hal-hal yang pada akhirnya justru memunculkan rasa takut. Yang saya lihat seperti itu," ujar Moeldoko di Istana Kepresidenan, seperti dikutip detik (29/11).

Secara khusus, Moeldoko mengomentari pengibaran sejuta Bendera Tauhid pada Reuni Aksi 212. Moeldoko pun mengimbau aksi tersebut dipikir ulang untuk diselenggarakan. "Ya di situ, masyarakat kita itu melihat bendera hitam sudah ketakutan. Kenapa kita mesti menebarkan rasa takut kepada masyarakat kan begitu. Secara psikologis itu yang dihadapi masyarakat. Imbauan saya ya perlu dipikirkan ulang kegiatan-kegiatan yang justru tidak membawa rasa damai kan begitu," ucap Moeldoko.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, menyesalkan pernyataan Moeldoko. "Saya rasa nggak perlu khawatir berlebihan. Kami tahu di sana (Joko Widodo-Ma'ruf Amin) surveinya mentok, tapi jangan lebay gitulah. Berikan saja ruang bagi umat untuk berekspresi," kata Andre kepada wartawan (30/11).

Andre menjelaskan aksi massa 212 selalu berjalan damai. Apalagi, lanjut dia, Reuni 212 kali ini lebih mirip wisata religi yang bisa diikuti keluarga.

Komentar

Artikel Terkait