Ingat “Jamal Kashogi”, Pastor Gilbert Minta Gus Yaqut tak Datang Jika Diundang Kedubes Arab Saudi

itoday - Tokoh agama Gilbert Lumoindong turut mengomentari pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Muhammad Al-Suaibi. Melalui akun twitter pribadi @Os_alshuibi, Osamah menyebut aksi pembakaran bendera tauhid dilakukan oleh organisasi yang menyimpang.

Pastor Gilbert menyebut Osamah terlalu jauh masuk mengurusi Indonesia. “Ya Tuhan, Banser sesat?? Kebangetan Dubes Saudi kok mulai masuk terlalu jauh...kenapa dia nggak urus urusan Jamal Kashogi saja dulu, yang  diperlakukan secara tdk manusiawi di Kedutaan Arab Saudi di Turki,” tulis Gilbert di akun Twitter @PastorGilbertL.

Bahkan secara berseloroh, Gilbert meminta Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut untuk tidak hadir jika diundang Kedubes Arab Saudi. “Gus Yaqut kalau diundang ke Kedutaan Arab Saudi jangan datang ya Gus, ingat #JamalKashogi,” tulis @PastorGilbertL.

Sejalan dengan sikap Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj yang menyatakan Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, Gus Yaqut mendesak pencopotan Osamah. Gus Yaqut juga meminta Osamah meminta maaf.

“Mas @Os_alshuibi hati-hati kalau bersikap yaa. Ini negeri beradab. Anda offside terlalu jauh. Urusan negeri kami, sampean nggak perlu lah ikut-ikut. Apalagi berstatemen dengan kebencian semacam itu. Sekarang, kami tunggu…,” tegas Gus Yaqut di akun @GPAnsor_Satu.

Sebelumnya, Kyai Said menegaskan, Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya. Hal ini, jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi Arabia. "Atas dasar ini kami menyampaikan protes keras," kata Said Agil dalam pernyataan tertulisnya (03/12).

Menurut Kyai Said, Indonesia selama ini memiliki hubungan diplomatik sangat baik dengan Kerajaan Saudi Arabia (KSA). Terlebih Indonesia merupakan negara yang mengirim jamaah haji dengan jumlah cukup besar.

Namun, Kyai Said menilai, hubungan baik itu ternodai oleh pernyataan Dubes Osamah dengan menyebarkan informasi yang keliru dan menyesatkan. PBNU memandang Dubes Osamah telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera dilakukan oleh organisasi jamaah almunharifah (organisasi yang sesat atau menyimpang).

Komentar

Artikel Terkait