Pemikir Islam: Kian Ditinggalkan Umat Islam! PDIP Semakin Ngomong tak Karuan Soal Reuni Akbar 212

itoday - Pemikir Islam yang juga direktur Centre for Strategic and Policy Studies (CSPS), Prijanto Rabbani, mengingatkan elit dan politisi PDIP untuk tidak menebar tuduhan negatif pada acara Reuni Akbar 212.

Menurut Prijanto, jika elit PDIP terus menuduh negatif Reuni Akbar 212, maka partai berlambang Banteng Moncong Putih itu akan semakin ditinggalkan umat Islam.

“PDIP semakin ngomong tak karuan, menuduh ini itu terhadap #ReuniAkbar212. Maka akan semakin ditinggalkan umat Islam @pdi_perjuangan @pramonoanung,” tulis Prijanto di akun Twitter @RabbaniProjects.

Komentar @RabbaniProjects itu menanggapi tulisan bertajuk “PDIP: Reuni 212 Berjalan Damai Karena Ada Aliran Capital”.

Seperti dikutip rmol (04/12), Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang juga politisi PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, menyatakan Reuni 212 berjalan dengan damai dan tertib karena ada aliran capital yang besar. "Ya sudah pasti tertib dengan sendirinya. Arus capital bergerak dengan sendirinya dan inikan emang arus capital yang besar dan mengarah ke sana, itulah makannya ada arus balik," kata Bambang Pacul.

Bambang menjelaskan, teori “benturan peradaban” atau clash of civilizations (CoC) pemikir Samuel P. Huntington, telah berjalan di Indonesia ketika Reuni Akbar Mujahid 212 terjadi.

Wakil Ketua Komisi I DPR itu lebih lanjut menyatakan aksi tersebut berjalan dengan damai dan tertib karena ada aliran capital yang besar. "Ya sudah pasti tertib dengan sendirinya. Arus capital bergerak dengan sendirinya dan inikan emang arus capital yang besar dan mengarah ke sana, itulah makannya ada arus balik," bebernya.

Arus balik itu, kata Bambang, bertumpu pada kekuatan kanan yang akhirnya tidak ada suatu narasi besar yang disampaikan. "Ada arus balik ke kanan, ya itu yang kemarin kumpul. Eggak ada pemimpin yang terlihat, enggak ada narasi besar dalam sebuah ide, artinya itu hanya sebuah peradaban," jelas Bambang Pacul.

Sebelumnya, mantan pengacara Habib Rizieq Shihab yang saat ini bergabung dengan PDIP, Kapitra Ampera, sempat mengaku menerima informasi adanya mobilisasi massa Reuni 212 dilakukan partai politik. Bahkan peserta Reuni 212 tersebut diberi uang Rp 100 ribu dari partai politik. 

Hal itu sudah dibantah Ketum PA 212 Slamet Maarif. Menurut Slamet, pernyataan Kapitra itu merupakan fitnah. 

Komentar

Artikel Terkait