Habib Bahar Tersangka Kasus Januari 2017, Mahendradatta: Sulit ini Tak Terkait Suasana Pilpres

itoday - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan Habib Bahar bin Smith menjadi tersangka dugaan diskriminasi etnis dan ras. 

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengungkapkan, dugaan diskriminasi etnis dan ras itu diucapkan Habib Bahar saat ceramah di Palembang tahun 2017. "Ya rangkaian ucapan yang di Palembang, saat ceramah di Palembang, yang tahun 2017," kata Syahar seperti dikutip detik (07/12).

Pengenaan UU Diskriminasi Ras dan Etnis pada Habib Bahar itu mengundang tanda tanya banyak praktisi hukum.  Praktisi hukum Johan Khan menduga, pihak kepolisian telah mencari-cari pasal untuk mentersangkakan Habib Bahar.

“Apa-apaan ini, koq pakai UU Diskriminasi Ras & Etnis? Apa karena pasal di KUHP tentang kebencian atau penghinaan terhadap pemerintah sudah dibatalkan MK karena berpotensi membungkam kritik, lalu dicari-cari pasal lain yang asal masuk dan bukan Delik Aduan?” tulis Johan Khan di akun Twitter  @CepJohan.

Kicauan @CepJohan itu menanggapi tulisan bertajuk “Pengacara Sebut Habib Bahar Ditetapkan Polisi Sebagai Tersangka”. “Penegakan hukum terhadap kubu oposisi di rezim ini betul-betul menista kewarasan hukum yang selama ini saya fahami,” tambah @CepJohan.

Penasehat Tim Pembela Muslim (TPM) yang juga pencara Habib Bahar, Mahendradatta, mengaitkan penetapan tersangka Habib Bahar dengan “suasana” Pilpres 2019.

“Kasus Habib Bahar itu TKP Palembang pada 8 Januari 2017, setelah tidak ada masalah selama hampir 2 tahun, belum juga ada penetapan Capres Prabowo, tiba-tiba ada LP 28/11/2018. Mungkin sulit bagi saya berfikir ini tidak terkait suasana Pilpres. Kalau karena nonton video, lha yang video siapa?” catat Mahendradatta di akun @mahendradatta.

Komentar

Artikel Terkait