Sebut Dana Bencana “On Call”, Sri Mulyani Dijewer Sosiolog: Ini Karena Setiap Bencana adalah Proyek!

itoday - Guru besar sosiologi Universitas Indonesia (UI) Tamrin Tomagola menyoal argumen Menkeu Sri Mulyani Indrawati yang menyebut dana untuk bencana alam akan dikeluarkan ketika terjadi bencana alam atau dana on call.

Menurut Tamrin, dana bencana Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) diperlukan untuk pemutahiran peralatan early warning system sebelum bencara terjadi. Jadi, jika dana bencana itu “on call” sesudah terjadi bencana, korban sudah berjatuhan.

“Aneh, terbalik-balik argumen Bu SMI ini. Dana BNPB itu justru diperlukan untuk pemutahiran peralatan Early Warning System SEBELUM bencana  terjadi ! Kalu ‘on call’, sesudah terjadi bencana, ya keburu sudah jatuh korban seperti Tsunami Selat Sunda,” tulis Tamrin di akun Twitter @tamrintomagola meretweet tulisan bertajuk “BNPB Curhat Anggaran Kecil, Sri Mulyani Buka Suara”.

Tamrin juga mengungkapkan soal latar belakang argumen dana bencana ala menteri terbaik versi  The Banker itu menjadi “terbalik-balik”. 

“Karna ‘setiap bencana adalah proyek, dan setiap proyek adalah bencana’. Contoh teranyar: korupsi dana bencana untuk korban Tsunami Donggala di Kementerian PUPR,” tulis @tamrintomagola menjawab akun @Tharipriambodo.

Sebelumnya, Sri Mulyani menanggapi keluhan soal kecilnya anggaran BNPB di 2019 yang hanya Rp 610 miliar. Sri Mulyani Indrawati menjelaskan anggaran yang diputuskan untuk 2019 hanya sebatas untuk keperluan operasional. Sedangkan, dana tersebut berbeda untuk anggaran bencana alam.

"Anggaran bencana di dalam mekanisme anggaran itu mungkin tidak hanya dilihat di anggaran BNBP di dalam DIPA. Karena kalau terjadi bencana seperti di Lombok, kemudian di Palu, kemudian Banten itu kita akan merespons BNPB apa yang disebut dana on call," kata Sri Mulyani seperti dikutip detik.com (02/01).

Menurut Sri Mulyani, dana di BNPB sebesar Rp 610 miliar itu tidak merefleksikan seluruh anggaran yang disediakan untuk menghadapi bencana. Untuk tahun 2019 anggaran bencana mencapai Rp 7 triliun. Jadi dana Rp 610 miliar itu untuk BNPB sendiri.

Komentar

Artikel Terkait