Tinggalkan Jepang, Warga Harus Bayar Pajak 1.000 Yen

itoday - Pemerintah Jepang akan memberlakukan departure tax atau pajak keberangkatan sebesar 1.000 yen kepada setiap orang yang berangkat ke luar negeri melalui bandara dan pelabuhan Jepang mulai 7 Januari 2019.

Dikutip dari NHK, pemerintah Jepang menerapkan pajak sebesar 1.000 yen kepada setiap orang yang meninggalkan Negeri Sakura itu melalui udara maupun laut. Ini adalah pajak nasional baru yang diterapkan Jepang sejak pajak nilai tanah diperkenalkan pada 27 tahun silam. 

Para turis harus membayar pajak ketika membeli tiket. Akan tetapi, penumpang transit yang meninggalkan Jepang dalam waktu maksimal 24 jam dan anak-anak di bawah 2 tahun akan dikecualikan dari pajak itu. 

Sementara itu, berdasarkan laporan Straits Times, wisatawan dan warga Jepang yang membeli tiket sebelum 7 Januari juga bakal dibebaskan dari pajak keberangkatan.

Menurut keterangan pemerintah Jepang, pendapatan dari pajak keberangkatan itu bakal dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor pariwisata meningkatkan prosedur imigrasi.

Peningkatan prosedur imigrasi yang dimaksud berupa pengadaan gerbang pengenal wajah di bandara guna mempercepat pemeriksaan di imigrasi.

Pengunjung di Negara Sakura itu terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, jumlah kunjungan ke Jepang mencapai 30 juta kunjungan dan merupakan yang tertinggi.

Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah pengunjung asing menjadi 40 juta pada tahun 2020, ketika Tokyo menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade.

Dengan pajak keberangkatan, pemerintah mengharapkan untuk mengamankan sumber daya keuangan yang stabil dalam rangka mempromosikan pariwisata.

 

Berbagai Sumber

Komentar

Artikel Terkait

Kamis, , 20 Juni 2019 - 09:59 WIB

Pajak Apartemen Mewah Dilonggarkan