“Takut Elektabilitas Jokowi Drop, Wiranto Kerdilkan Masalah Besar Teror ‘Bom’ di Rumah Ketua KPK?”

itoday - Banyak pihak menilai, insiden teror “bom” di kediaman Ketua KPK Agus Raharjo dan Wakil Ketua KPK La Ode M Syarif merupakan masalah besar. Namun di sisi lain, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, meminta masyarakat untuk tidak terlalu meramaikan insiden teror di kediaman dua komisioner KPK itu.

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid menegaskan bahwa dua bom di rumah dua komisioner KPK itu bukan masalah biasa. Apalagi kasus teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan belum  tuntas.

Di akun Twitter @hnurwahid, Hidayat Nurwahid menulis: “Teror Bom Pipa di Rumah Ketua KPK, Agus Raharjo,  Dua Bom di Rumah Waket KPK, La Ode M Syarif, Satu Sempat Meledak. Ini tentu bukan masalah biasa. Apalagi kasus teror terhadap Novel Baswedan, belum tuntas juga. Penting Polisi menuntaskan semuanya.#SaveKPK.”

Praktisi hukum Johan Khan mempertanyakan sikap Wiranto tersebut. “Ini maksudnya apa? Difikirnya ini sepele? Jangan karena takut elektabilitas Bosnya drop lalu mengerdilkan masalah besar. Belum selesai kasus Novel, malah ada lagi, ini jelas gagal total, harus dibikin "K.O" di Ring Debat nanti supaya Publik tambah melek,” tegas Johan Khan di akun @CepJohan.

Berdasarkan penyidikan kepolisian, dipastikan bahwa benda di rumah Agus Raharjo, Perumahan Graha Indah, Blok A9/15 RT 004/014, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, merupakan bom pipa palsu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan semua elemen yang ada di dalam benda diduga bom tersebut tidak saling berkaitan dan tidak mungkin menimbulkan ledakan. "Kabel-kabelnya tidak berkaitan, tidak ada detonator jadi fake bom itu," kata Dedi di Mabes Polri seperti dikutip cnnindonesia (09/01).

Sebelumnya Menkopolhukam Wiranto mengingatkan bahwa aksi terror bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja untuk menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat.

"Jadi jangan kita ributkan, ada saja orang-orang setiap saat seperti itu. Kita (Pemerintah) tinggal mengusut, polisi sudah nangkep, sudah ada identifikasi manusianya siapa, kejar, tangkap, diproses latar belakangnya apa," kata Wiranto usai mengikuti rapat terbatas rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat di Kantor Wakil Presiden (09/01).

Komentar

Artikel Terkait

Sabtu, , 19 Januari 2019 - 12:48 WIB

Dibebaskan Jokowi, Ini Kata Abu Bakar Ba'asyir

Sabtu, , 19 Januari 2019 - 00:02 WIB

ACTA Laporkan Jokowi Ke Bawaslu RI