Duterte Sebut Kebanyakan Uskup Filipina Gay

itoday - Presiden Rodrigo Duterte pada hari Kamis (10/1/2019) kembali melontarkan umpatan kasar terhadap para uskup gereja Katolik di Filipina. Dia mengatakan, para pemuka agama itu adalah "anak-anak pelacur" dan pria homoseks atau gay.

Umpatan itu sebagai serangan verbal terbaru terhadap otoritas gereja Filipina yang telah mengkritiknya atas perang berdarah terhadap narkoba.

Duterte, yang meluncurkan kampanyenya melawan narkoba ketika menjabat sebagai presiden pada pertengahan 2016, masih sangat populer di masyarakat negara tersebut. Namun, keraguan tentang kampanye itu mulai tumbuh ketika ribuan orang terbunuh dalam perang anti-narkoba.

"Hanya saya yang bisa mengatakan bahwa para uskup adalah anak-anak pelacur, sialan. Itu benar," kata Duterte dalam pidatonya pada upacara peletakan batu pertama untuk sebuah sekolah di utara Manila, seperti dikutip Reuters.

Duterte tidak menyebutkan alasan khusus atas kritiknya terhadap gereja Katolik, termasuk tuduhannya bahwa sebagian besar uskup adalah homoseksual.

"Kebanyakan dari mereka adalah gay," katanya. "Mereka seharusnya keluar di tempat terbuka, membatalkan selibat dan membiarkan mereka memiliki kekasih," ujarnya.

Duterte, yang bukan pengunjung gereja, mengatakan di awal masa kepresidenannya bahwa dia dilecehkan secara seksual oleh seorang pendeta ketika dia masih kecil.

Gereja Katolik Roma menghadapi skandal pelecehan seksual para imam di berbagai belahan dunia, meskipun belum ada kasus besar di Filipina.

Dalam pidato-pidato sebelumnya, Duterte menyebut Tuhan "bodoh" dan mengkritik doktrin Tritunggal Mahakudus.

Komentar

Artikel Terkait