Pengamat Peringatkan Kubu Jokowi yang Galang Hastag #PrabowoGalauVisiMisi: Nanti jadi Bumerang!

itoday - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi telah menyetorkan perubahan visi-misi capres/cawapres ke KPU. Namun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak memperbolehkan pengubahan visi dan misi.

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa visi misi itu dibuat untuk rakyat, bukan KPU. “Substansinya kami membuat visi misi bukan untuk KPU, tapi untuk rakyat," kata Dahnil seperti dikutip tempo (11/01).

Kubu Jokowi dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf pun menggunakan perubahan visi misi itu untuk menyerang Prabowo-Sandiaga.  

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, menuding visi misi baru Prabowo-Sandi menjiplak visi misi Jokowi-Maruf. Ace juga menyatakan Prabowo-Sandi terpaksa bongkar-pasang visi-misinya karena visi-misi sebelumnya berantakan. 

"Ironisnya, bongkar-pasang visi-misi itu justru terlihat menjiplak visi-misi paslon 01 dan juga mengangkat apa yang sudah dikerjakan oleh Jokowi-JK dalam empat tahun ini. Jadi bongkar-pasang justru hasilkan karya jiplakan," ujar Ace kepada wartawan (11/01).

Di sosial media, buzzer Jokowi-Maruf menggalang hastag atau tanda pagar (tagar) #PrabowoGalauVisiMisi. Jurnalis yang dikenal sebagai buzzer Jokowi, Ulin Yusron turut menggalang hastag #PrabowoGalauVisiMisi.

“Begini kalau kebanyakan mikir gizi, malah visi misi gak dipikiran. Telmi lalu revisi!  #PrabowoGalauVisiMisi,” tulis Ulin di akun Twitter @ulinyusron.

‏Tak ketinggalan, politisi Ruhut Sitompul bahkan menyebut Prabowo-Sandi dan tim sukses telah bohong dan fitnah. Yakni memfitnah kubu Jokowi-Maruf takut debat visi dan misi. “Prabowo & Sandi & Tim Suksesnya Bohong & Fitnah, Nggak malu Membohongi Hasil Rapat KPU dgn ke 2 Tim Sukses, Memfitnah Kubu Kami takut Visi Misi & Debat “Faktanya Bohong & terbukti mereka Ketakutan bahkan Visi Misinya ma’u dirubah tegas KPU & BAWASLU tolak. #01JokowiLagi MERDEKA,” tulis Ruhut di akun @ruhutsitompul

Pengamat politik Hendri Satrio mengingatkan kubu Jokowi agar tidak menyerang kubu Prabowo soal perubahan visi dan misi tersebut. 

“Pesan Komunikasi 01 menanggapi perubahan visi misi 02 tidak tepat. Jangan bilang ‘ini ciri ciri pemimpin tak konsisten’, nanti boomerang, bebalik nyerang kubu sendiri loh. Mending bilang, jadi pemimpin jangan buru-buru, read what you sign! Eh ini masukan buat siapa sih? #Hensat,” tulis Hendri di akun @satriohendri.

Komentar

Artikel Terkait