Ikut Nyinyir Soal Pernyataan Prabowo, Dahnil Anzar Semprot Wakil Ketua TKN Jokowi: Arsul Jangan Hoax

itoday - Debat perdana Pilpres 2019 telah bergeser menjadi debat antar pendukung paslon capres/cawapres. Pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut Jawa Tengah lebih besar dari Malaysia terus diplintir pendukung paslon nomor urut 01. 

Bahkan, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Arsul Sani turut ‘membully’ Prabowo. Dengan kalimat sindiran, Sekjen PPP ini mengumpamakan kemarahan PM Mahathir Mohamad yang dikatakan wilayah Jateng lebih luas dari Malaysia.

“Jokes Siang lho. PM Malaysia Mahathir Mohamad  akan panggil Dubes RI untuk Malaysia, guna tegaskan bahwa luas wilayahnya jauh lebih besar dari Jateng. “Saya khawatir terjadi salah persepsi tentang batas-batas negara yang berpotensi memicu konflik,” kata Mahathir. #JokowiAminMenangDebat,” demikian sindiran Arsul di akun Twitter @arsul_sani.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenanangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyikapi serius sindiran Arsul. Mantan ketua Pemuda Muhammadiyah itu bahkan meminta Arsul utnuk tidak menyebar hoax.

“Bang Arsul kok Hoax sih? Emang ada statement Pak @prabowo menyebut luas wilayah? Yang ada jateng lebih besar dibandingkan Malaysia. Penduduknya lebih besar 34 juta, Malaysia 31 juta. Jadi tidak ada spesifik menyebut luas. Begitu lho,” tegas Dahnil di akun @Dahnilanzar.

Tak mau kalah, Arsul justru menyebut Dahnil ‘baper’. “Waduuuhhh... Dinda @Dahnilanzar jadi sensi & agak ke-GR-an nih... jokes saya gak nyebut2 Pak Prabowo kok langsung dibuat "belokan...", belok mbandingkan jumlah penduduk Malaysia dengan Propinsinya Mas Gub. @ganjarpranowo..., santai aja ah... ,” tulis  @arsul_sani.

Sebelumnya Dahnil menantang buzzer Jokowi untuk menunjukkan di bagian mana pernyataan Prabowo yang menyebut luas daerah Jateng dan Malaysia.

“Di bagian mana Pak Prabowo menyebut luas daerah? Yang benar, adalah besar. Jateng memang lebih besar dibandingkan Malaysia dari sisi Penduduk Jateng lebih dari 34 juta sedang Malaysia 31 juta. Pemimpin itu tak butuh contekan, karena sudah dia baca sejak awal,” tegas  @Dahnilanzar.

Komentar

Artikel Terkait

Telah dilihat : 100 kali

Wawancara yang Aneh - Pak Leman Eps #3

Telah dilihat : 107 kali

Kambing Naik Alphard