“Ada Intervensi Hukum Jelang Pilpres? Yusril Bebaskan Ustadz Baasyir untuk Gaet Pemilih Jokowi”

itoday - Sesuai rencana Ustadz Abu Bakar Baasyir (ABB) akan segera dibebaskan. Kuasa hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa pembebasan ulama yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan bukti, yang menunjukan bahwa Jokowi  tak melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

Rencana pembebasan ABB disyukuri kalangan aktivis Islam. CEO arrahmah.com, Muhammad Jibriel mengucapkan syukur mengutip pernyataan putra ABB Ustadz Abdul Rahim. "BREAKING NEWS!  ALLAHU AKBAR.... UST ABU BEBAS... Dapat jaminan Dari Pak  Yusril, Abi bebas insya-Allah beberapa hari kedepan, semoga tidak ada pembatalan. Lagi... - Ustadz Abdul Rahim Ba'asyir (Anak Abu Bakar Ba'asyir)," demikian tulis Jibriel di akun Twitter @jibrielar.

Namun demikian, mengingat pembebasan ABB dilakukan jelang Pilpres 2019, spekulasi pun bermunculan. Politisi senior Djoko Edhi Abdurrahman mensinyalir, dengan pembebasan ABB diharapkan kalangan pendukung ABB memilih Jokowi di Pilpres 2019.

“Radikal Radikulnya Yakult ternyata masih bisa dijual. Yusril Ihza sukses usulkan Baasir dibebaskan. Tentu dengan harapan masyarakat Baasir pilih Jokowi,” tulis Djoko Edhi di akun Twitter @jokoedy6.

Di kalangan loyalis Jokowi, tidak sedikit yang menyoal pembebasan ABB jelang Pilpres. Akun @RinjaniJB yang selama ini dikenal sebagai loyalis Jokowi menulis: “Masuknya Ucil malah bikin Basyir bebas sebelum habis masa hukumannya, tanpa syarat pulak. Di sini ada intervensi hukum dari presiden, dilakukan jelang Pilpres. Saya sih unhappy.”

Sedangkan akun @bangyupi_006 menulis: “Agar terkesan cinta ulama dan Islam di pilpres 2019??   Lalu yang laen kasusnya digantung untuk di senjata pamungkas??”

Tak ketinggalan akun @RajaPurwa berkicau: “Walaupun ini sudah banyak yang memprediksi akan terjadi di tahun politik ini, apa pun itu kita wajib disyukuri demi kemanusiaan, semoga ABB sehat selalu! Alhamdulillah! Abu Bakar Baasyir dan Ahok Bebas pada Hari yang Sama?”.

Diberitakan sebelumnya, pengamat politik UIN Sumatera Utara Faisal Riza menilai, pembebasan ABB  merupakan strategi Jokowi untuk melunakkan poros konservatif yang banyak mendukung Prabowo Subianto.

"Langkah ini nampaknya strategi Jokowi untuk melunakkan poros konservatif yang banyak mendukung Prabowo. Dengan harapan poros konservatif pendukung Prabowo itu kemudian berbalik memilih Jokowi," ujar Faisal Riza seperti dikutip RMOL (18/01).

Faisal mengingatkan, di era Soesilo Bambang Yudhoyono banyak tersangka teroris mendapat hukuman. "Membebaskan narapidana terorisme ini juga bisa ditangkap sebagai usaha  Jokowi untuk membawa publik pada pemikiran bahwa Jokowi itu humanis," kata Faisal.

Komentar

Artikel Terkait