“Menang Karena jadi Media Darling, Kini Jokowi Sakiti Jurnalis dengan Beri Remisi Pembunuh Jurnalis”

itoday - Tak terbendung, desakan kepada Presiden Joko Widodo agar mencabut remisi yang diberikan pada otak pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, I Nyoman Susrama.

Hari ini (25/01) perwakilan tiga organisasi profesi jurnalis terbesar di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa mendesak Jokowi mencabut pemberian remisi kepada Susrama, di Malang. Ketiga perwakilan organisasi wartawan itu adalah Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). 

Akun Twitter remis AJI Malang, @AJIngalam menulis: “Remisi untuk pembunuh jurnalis jadi preseden buruk bagi kemerdekaan pers. Mengusik rasa keadilan bagi keluarga korban dan jurnalis. Kami, jurnalis lintas organisasi dan pers mahasiswa di Malang menuntut Presiden @jokowi mencabut remisi untuk Susrama #cabutremisipembunuhjurnalis.”

Sementara jurnalis senior A. Ainur Rohman menantang Jokowi untuk menunjukkan nuraninya dengan mencabut pemberian remisi pada pembunuh jurnalis itu.

“Ayo Bapak Presiden @jokowi, cabut remisi perubahan kepada Susrama, dalang sekaligus pembunuh sadis wartawan Jawa Pos Radar Bali AA Narendra Prabangsa. Bapak, Prabangsa dibunuh hanya karena berita pembongkaran praktek korupsi. Tunjukkan nurani dan keadilanmu, Bapak Presiden!,” tulis Ainur Rohman di akun @ainurohman.

Apa daya, pihak di sekeliling Jokowi justru mendukung pemberian remisi itu. Juru Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Eva Kusuma Sundari menyatakan, remisi yang diberikan Jokowi kepada Susrama sudah sesuai berdasarkan peraturan atau mekanisme yang berlaku. 

"Ya kan semua napi mempunya hak yang sama setelah dia menjalani masa hukuman, ini semata pertimbangan teknis karena telah memenuhi syarat. Ini berlaku juga untuk kasus yang di Bali itu," kata Eva seperti dikutip CNNIndonesia.com (25/01).

Sosiolog yang juga guru besar Universitas Indonesia, Tamrin Tomagola, ikut mengingatkan Jokowi. Menurut Tamrin, Jokowi saat ini telah menyakiti komunitas jurnalis dengan memberikan remisi kepada otak pembunuhan sadis jurnalis Prabangsa. Padahal, Jokowi memang di Pilgub DKI dan Pilpres 2014 karena peran media massa.

“Faktor utama yang membuat @jokowi bisa terpilih berturut-turut: Gubernur DKI dan kemudian Presiden adalah karna dia jadi "MEDIA DARLING" seluruh Indonesia untuk waktu yang cukup lama. Ironis  dan tragis, sekarang @jokowi menyakiti komunitas jurnalis dengan beri remisi otak pembunuh sadis jurnalis,” tegas Tamrin di akun ‏@tamrintomagola.

Komentar

Artikel Terkait